Diduga Gunakan Tanah Urug Ilegal, Kabid CK Diminta Buka-bukaan Soal Material Penimbunan Stadion Dumai

DUMAI (DUMAIPOSNEWS)- Penimbunan dalam skala besar-besaran di kawasan Stadion Dumai di Kelurahan Tanjung Palas menjadi sorotan.

Selain pekerjaan pembangunan, asal-usul material tanah urug yang digunakan di lokasi tersebut turut dipertanyakan legalitasnya.

Pantauan awak media, Minggu (6/9/2026), terlihat adanya aktivitas penimbunan di area Stadion Dumai. Namun, hingga kini belum diketahui secara terang dari mana material tanah urug tersebut didatangkan dan bagaimana status perizinannya.

Sorotan ini mencuat lantaran sejumlah usaha galian C di Kota Dumai disebut-sebut terindikasi belum mengantongi perizinan sebagaimana mestinya.

Apalagi informasi yang diterima tanah urug yang diangkut untuk menimbun berasal dari kawasan Bukit Kapur.

Kondisi tersebut membuat sumber material yang digunakan untuk pekerjaan penimbunan stadion dinilai perlu dibuka secara transparan kepada publik.

Salah seorang tokoh pemuda Kota Dumai, Iwan meminta pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, menelusuri asal-usul tanah urug dan legalitas yang digunakan dalam kegiatan penimbunan tersebut.

Menurut Iwan, kejelasan mengenai sumber material merupakan hal penting, terlebih pembangunan Stadion Dumai saat ini tengah digesa oleh Pemerintah Kota Dumai.

“Jangan sampai niat baik Pemko dalam membangun stadion ini menjadi tercoreng gegara tanah urug yang diduga ilegal,” kata Iwan kepada awak media, Jumat (4/9).

Iwan juga meminta pejabat terkait tidak menutup diri terkait informasi material yang digunakan dalam proyek tersebut. Menurutnya, keterbukaan diperlukan agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.

“Jangan hanya diam dan jadi blunder. Nanti bisa merugikan waktu dalam pekerjaan pembangunan stadion ini. Sampaikan ke publik dengan terang benderang, jangan ada dusta,” ujarnya sembari tersenyum.

Kepala Bidang Cipta Karya (Kabid CK) Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kota Dumai, Tabrani, ST, MT yang dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan serius.

Seakan-akan pejabat ini mengelak dan tidak menanggapi konfirmasi yang disampaikan.

Awak media saat ini tengah menggali informasi lebih dalam soal kegiatan tersebut. (rio)