Pertamina Kilang Dumai Luncurkan Produk SAF dengan 5 Persen Minyak Jelantah

DUMAI (DUMAIPOSNEWS)– PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Dumai) berhasil membuktikan kemampuan kilangnya dalam memproduksi produk-produk berkualitas tinggi serta ramah lingkungan. Hal tersebut terwujud dalam peluncuran produk terbaru Kilang Dumai yakni Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), produk bahan bakar pesawat dengan bahan baku campuran Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.

Peluncuran SAF Kilang Dumai dilakukan langsung oleh Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman saat melakukan kunjungan kerja atau Management Walkthrough (MWT) ke Kilang Dumai pada Kamis (15/10).

SAF yang berhasil dikembangkan oleh Kilang Dumai memiliki keunggulan utama yaitu komposisi kandungan UCO sebesar 5%, komposisi bio Feedstock tertinggi melalui teknologi Co-Processing UCO di unit Hydrocracker Unibon (HCU) #212. Plant Trial untuk pengolahan UCO untuk produksi SAF tersebut sukses dilaksanakan pada 25 Juli 2026.

Pengembangan SAF dengan campuran minyak jelantah sebesar 5 persen ini semakin mengukuhkan posisi Kilang Dumai sebagai pionir di Sumatera dalam memproduksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan dengan potensi reduksi emisi karbon hingga 81 persen. Selain itu, pencapaian ini juga menempatkan Kilang Dumai sebagai kilang pertama di ASEAN yang berhasil mengolah UCO menggunakan unit Hydrocracking.

Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh Perwira Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai atas kegigihan dan keberhasilannya dalam pengembangan SAF dengan campuran UCO 5 persen.

“Keberhasilan Kilang Dumai dalam mengembangkan SAF dengan UCO 5 persen ini membuktikan bahwa Perwira Pertamina mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia industri hari ini. Kini, kita fokus dalam strategi bagaimana mendapatkan feedstock yang sustain dan tentunya tersertifikasi, karena ini bisa menjadi revenue industri yang baru di Indonesia,” ujar Taufik.

Guna menjamin keamanan serta kualitas mutu produk, produk SAF Kilang Dumai juga telah melalui serangkaian proses pengujian di laboratorium. Selain itu, SAF Kilang Dumai juga telah mengantongi sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) EU dan ISCC CORSIA, yang memastikan proses pengolahan dan produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keberlanjutan internasional.

Komitmen Dukung Pencapaian Net Zero Emission (NZE) 2060

Pencapaian Kilang Dumai dalam pengembangan SAF dengan kandungan minyak jelantah sebanyak 5 persen ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung Asta Cita program pemerintah untuk menghadirkan energi yang ramah lingkungan guna percepatan pengurangan emisi karbon untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060 serta mendukung pengembangan ekosistem SAF di Indonesia.

Hal tersebut juga menjadi bagian dari langkah strategis Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai sebagai bagian dari entitas bisnis PT Pertamina (Persero) dalam mendukung penerapan mandatori SAF 1% yang ditargetkan mulai berlaku pada 2027. Langkah itu juga sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen pertama SAF di kawasan Asia Tenggara.

Kapasitas Produksi SAF dari Kilang Dumai Dumai saat ini telah mencapai 11,3 MBSD, melampaui kesuksesan sebelumnya yang telah dilakukan oleh Kilang Cilacap, yakni sebesar 9 MBSD. Sehingga total kapasitas produksi SAF dari kilang-kilang yang dimiliki oleh Pertamina telah mencapai total 20,3 MBSD. Angka ini menunjukkan komitmen nyata dan kesiapan Pertamina dalam memimpin transisi energi hijau di industri penerbangan nasional maupun global.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan, mengatakan bahwa pengembangan SAF merupakan hasil dari proses panjang yang dipersiapkan secara menyeluruh dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan operasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta pemenuhan standar keberlanjutan internasional.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Kilang Dumai adaptif terhadap tantangan transformasi global dan prinsip keberlanjutan. Persiapan yang dilakukan secara matang dan komprehensif, termasuk sertifikasi ISCC yang menjadi bukti bahwa SAF yang dihasilkan dari Kilang Dumai sudah memenuhi persyaratan keberlanjutan dan dapat diterima serta siap diperdagangkan di pasar global,” jelas Iwan.

Kehadiran SAF dengan komposisi injeksi UCO sebanyak 5 persen ini semakin melengkapi portfolio produk energi yang selama ini telah diproduksi Kilang Dumai, seperti Solar, Avtur, Pertalite, Pertadex, MFO-LS, LSFO, LPG, SF-05, Green Coke, dan produk turunan lainnya.(rio)