Dihantam Gelombang Laut Tinggi, Kapal KLM Prima Setia Terbelah Dua

 

BENGKALIS (DUMAIPOSNEWS)-AKIBAT dihantam gelombang, Kapal Layar Motor (KLM) Prima Setia GT 170, yang berlayar dari Tanjung Balai Asahan menuju Selatpanjang yang sempat kandas di perairan Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis terbelah dua, Jumat (23/1) dini hari. Beruntung, seluruh awak kapal yang berjumlah tujuh orang berhasil selamat dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Wilayah Kerja Bukit Batu KSOP Tanjung Buton, Doddy Marsuhendang, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kapal memasuki perairan Selat Bengkalis pada malam hari dan berhadapan dengan cuaca buruk serta gelombang tinggi.

Menurutnya, nakhoda kapal mengambil langkah penyelamatan dengan mengarahkan kapal ke tepi pesisir pantai guna menghindari risiko yang lebih besar.

“Karena menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi, kapten kapal mengarahkan kapal ke pesisir pantai, tepatnya di sekitar Desa Tenggayun, Kecamatan Bandar Laksamana,” jelasnya, Sabtu (24/1).

Kapal kemudian terdampar dan kandas di beting tidak jauh dari pantai. Namun hingga pagi hari, kapal masih terus dihantam gelombang besar hingga akhirnya mengalami kerusakan parah dan terbelah.

“Saat kejadian di laut, mereka berhasil menepi hingga kandas di beting. Beruntung seluruh kru kapal selamat dan sudah dievakuasi ke darat,” jelas Doddy. Sedangkan Wardi (59) nakhoda kapal KLM Prima Setia dengan enam orang anak buah kapal (ABK), yakni Zainal, Herman Sabri, Rahmat, Wahid, Mahadi, dan Candra mengaku bersyukur bisa selamat dalam musibah tersebut.

“Alhamdulillah kami semua selamat. Setelah berjam-jam kami mengapung dan kemudian dievakuasi oleh nelayan setempat,” jelasnya. Kejadian bermula pada, Rabu (21/1) sekitar pukul 18.00 WIB, saat KLM Prima Setia bertolak dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, menuju Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan membawa muatan kebutuhan rumah tangga.

Namun sekitar pukul 21.00 WIB, kapal mengalami cuaca ekstrem di perairan Selat Morong, Kecamatan Rupat. Nakhoda kapal, Wardi sempat menghubungi pihak TNI AL dan Basarnas Bengkalis, melalui sambungan radio untuk meminta pertolongan, namun mesin kapal mati total sehingga komunikasi terputus.

“Langsung terputus. Mesin kapal mati dan kami sempat terombang-ambing di tengah laut, lalu kapal kami terbelah dua,” jelasnya.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar juga membenarkan adanya kejadian tersebut dan memastikan seluruh awak kapal dalam keadaan aman. “Alhamdulillah, seluruh awak kapal berjumlah tujuh orang dinyatakan selamat. Saat ini mereka berada di Desa Sepahat dan menunggu pihak pengurus kapal untuk penjemputan,” ujar AKBP Fahrian Saleh Siregar.

Kapolres juga mengapresiasi tindakan cepat masyarakat nelayan setempat yang membantu proses evakuasi awak kapal. Terkait muatan kapal yang hanyut dan diambil warga, pihak kepolisian telah melakukan imbauan agar tidak terjadi penjarahan.

“Bhabinkamtibmas sudah mengimbau warga agar tidak mengambil barang muatan kapal. Namun pihak kapal melalui pengurusnya menyatakan mengizinkan barang tersebut dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.(rpg)