Kampanyekan Budaya Kerja Aman dengan Cara Kreatif, Kilang Pertamina Dumai Laksanakan SLP 4.0

DUMAI (DUMAIPOSNEWS)— Kilang Pertamina Dumai ingatkan seluruh pekerja dan mitra kerja yang hendak masuk ke area kilang mengenai keselamatan dan keamanan kerja. Kegiatan ini dilaksanakan dengan semangat Gerakan Nasional (Gernas) Bulan K3 Tahun 2026, melalui kegiatan kampanye pesan keselamatan kerja (K3) lewat kegiatan bertajuk HSSE Street Campaign Safety Leadership Program (SLP) 4.0.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 22–23 Januari 2026 ini dilaksanakan di tiga lokasi strategis, yakni dua pintu masuk utama kilang, Gate Kerosene dan Gate Pertamax, serta di sekitar area Main Office PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai. Kegiatan ini melibatkan pekerja dan mitra kerja dari berbagai fungsi dan bagian yang dibagi dalam beberapa tim sebagai upaya kolektif dalam memperkuat kesadaran dan kepatuhan terhadap penerapan prinsip keselamatan kerja di seluruh lini operasional.

Pesan keselamatan yang dikampanyekan menekankan nilai-nilai HSSE Golden Rules, Personal Risk Assesment BETUAH, serta 10 Corporate Life Saving Rules (CLSR) Pertamina sejalan dengan penerapan SLP 4.0 di seluruh unit dan anak perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), sebagai upaya penguatan budaya K3 dari level pimpinan hingga pekerja frontline melalui pendekatan holistik. Program ini dirancang untuk mendorong rasa kepemilikan (ownership) guna mewujudkan budaya Safety Generative yang berkelanjutan.

Manager HSSE Kilang Pertamina Dumai, Syahrial Okzani, menjelaskan bahwa pelaksanaan Safety Leadership Program (SLP) 4.0 melalui HSSE Street Campaign bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pekerja terhadap penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya dalam aktivitas operasional sehari-hari.

“Melalui kegiatan SLP 4.0 Street Campaign, kami ingin menegaskan kembali bahwa K3 bukan sekadar prosedur administratif, melainkan nilai yang harus melekat dalam setiap individu sejak sebelum, selama, hingga setelah aktivitas kerja,” ujar Syahrial.

General Manager RU II Iwan Kurniawan juga berpendapat serupa. “Kegiatan ini menjadi upaya persuasif untuk membangun kesadaran dan mendorong perilaku kerja yang aman dan disiplin, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko di lingkungan operasional kilang yang memiliki risko tinggi,” ujar Iwan.

Kegiatan ini berjalan dengan seru dengan antusiasme tinggi dari setiap tim dengan menggunakan berbagai atribut media kampanye yang unik dan kreatif dan atraksi dari ketua masing-masing tim yang atraktif dan komunikatif. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan pesan-pesan keselamatan dapat dipahami, diinternalisasi, dan diimplementasikan secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Beberapa tim diantarnya menyoroti isu keselamatan terkait Powered System, khususnya pentingnya isolasi energi berbahaya seperti listrik dan mekanis sebelum bekerja, hingga aspek Land Transportation yang menekankan kepatuhan terhadap journey management plan dan rambu lalu lintas. Kegiatan ini turut menarik perhatian para mahasiswa dari berbagai kampus yang tengah menjalani program internship di Kilang Pertamina Dumai.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Agustiawan, menambahkan bahwa HSSE Street Campaign menjadi sarana refreshment sekaligus momentum refleksi dan penguatan komitmen seluruh insan Kilang Pertamina Dumai terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), sejalan dengan tema Bulan K3 Nasional 2026, “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Berkelanjutan.”

“Dengan melibatkan pekerja dan mitra kerja dari berbagai fungsi, kegiatan ini menjadi upaya kolektif untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja. Perusahaan berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan selamat. Kami meyakini bahwa keberhasilan perusahaan tidak memiliki arti apabila masih terdapat angka kecelakaan kerja,” tegas Agustiawan.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini perusahaan kembali menegaskan kepada seluruh pekerja dan mitra kerja bahwa prinsip safety first harus benar-benar dijalankan, dimulai dari diri sendiri, serta melekat dalam keseharian.

Sebagai bagian dari lini bisnis Pertamina, Kilang Pertamina Dumai secara konsisten telah menerapkan sistem manajemen HSSE yang terintegrasi. Seluruh aspek operasional dijalankan berdasarkan prinsip Plan–Do–Check–Action (PDCA) dengan pengelolaan HSSE berbasis risiko yang mengacu pada regulasi nasional, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), serta standar internasional ISO 45001:2018, yang memastikan bahwa sistem manajemen keselamatan yang dijalankan perusahaan telah memenuhi aturan standar nasional dan internasional.(rio)