PELALAWAN (DUMAIPOSNEWS.COM) —— Polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang saat ini telah berganti nama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), menjadi permasalahan klasik yang terus diperdebatkan masyarakat di Kabupaten Pelalawan, setiap tahunnya. Daya tampung sekolah yang tak mampu mengakomodir seluruh pendaftar, membuat banyak pelajar kebingungan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akibat minimnya sarana pendidikan yang tersedia.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Ribuan pelajar tidak lolos seleksi setelah mendaftar di sekolah negeri yang ada di Ibukota Negeri Seiya Sekata ini, khususnya jenjang SD, SMP serta SMAN dan SMKN akibat terbatasnya kuota di sekolah tersebut.
Dengan masih ditemukan permasalahan tersebut mendapat sorotan serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan Carles SSos, dimana pihaknya meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan untuk lebih serius mencari solusi dan dirinya tidak mau tahun selanjut terulang kembali.
Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pelalawan Carles SSos mengatakan, bahwa dirinya sangat menyayangkan, dimana masih juga ditemukan membludaknya sistem penerimaan siswa baru yang menyebabkan tidak tertampung di sejumlah sekolah negeri yang di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Maka dari itu, pihaknya mendesak dinas terkait untuk mencari solusinya.
” Ya, dengan masih ditemukan tidak tertampungnya anak-anak pada sistem penerimaan siswa baru ditahun ini, saya menegaskan hal ini menjadi perhatian utama Dewan. Maka dari itu, mereka (Disidk,red) diminta segera mengambil langkah nyata. Solusi yang harus dilakukan dengan membuka posko pengaduan dan mengarahkan kepada orang tua anak-anak yang tidak lulus tersebut untuk bisa mendaftarkan ke sekolah negeri lainnya,”terangnya.
Carles juga mengatakan, bahwa hingga saat ini masih ada sejumlah sekolah negeri yang masih membuka penerimaan siswa baru, karena kuota penerimaan masih banyak lagi. Pada jenjang pendidikan dasar tersedia tempat di SDN 001, SDN 002, SDN 003, SDN 004, dan SDN 005, SDN 007, SDN 008, SDN 009,SDN 010 dan SDN 011. Sementara jenjang menengah pertama dan atas masih menerima pendaftaran di SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMK Negeri 1, serta SMA Negeri 2. Di sisi lain, beberapa sekolah lain telah dipastikan kapasitasnya penuh, meliputi SMP Bernas, SMA Negeri 1, serta SMP Negeri 1.
” Sekolah-sekolah tersebut sangat berpotensi besar dikembangkan dan diposisikan sebagai salah satu sekolah favorit baru di wilayah ini. Kunci utama agar minat orang tua tinggi untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah-sekolah lain yang tersedia adalah dengan melengkapi dan meningkatkan fasilitas pendidikan agar setara dengan sekolah yang sudah lama menjadi incaran masyarakat,” ujarnya.
Kelengkapan sarana dan prasarana berbanding lurus dengan kepercayaan publik. Jika fasilitas disempurnakan, persepsi masyarakat akan berubah positif dan minat untuk mendaftarkan anak ke sekolah-sekolah tersebut akan meningkat. Dengan demikian, seluruh anak yang ingin bersekolah dapat tertampung dengan baik dan distribusi siswa menjadi lebih merata, tidak lagi hanya terpusat pada beberapa sekolah saja.
” Pendidikan yang berkualitas harus bisa diakses dan menjamin setiap anak tertampung. Oleh karena itu, promosi aktif, pemenuhan fasilitas, serta peningkatan kualitas di sekolah yang masih memiliki ruang kosong harus menjadi solusi dan prioritas utama Dinas Pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Pelalawan Leo Nardo SPd melalui Plt Sekretaris Disdikbud Kabupaten Pelalawan Fenjli Harmasni MPd mengatakan, bahwa pihaknya mencatat dan memahami masukan dari Anggota DPRD. Kondisi ketimpangan minat ini memang sudah teridentifikasi sejak awal proses PPDB berjalan. Untuk saat ini, kami sudah membuka saluran konsultasi atau posko pengaduan, agar orang tua mendapatkan informasi yang tepat dan dapat memindahkan pendaftaran ke sekolah yang masih memiliki daya tampung dengan proses yang mudah dan transparan. Salah satu kendala sekolah yang kurang favorit kurang diminati, karena jangkauannya yang kurang strategis. Tapi
” Kita telah buka pos pengaduan dari 24 Juni sampai 5 Juli mendatang. Bagi anak-anak yang tidak lulus masuk ke sekolah awal mendaftar, bisa mendaftar kesekolah lainnya. Seperti SMPN 2 ada 50 siswa, SMPN 3 masih bisa menampung 40 siswa , SMPN 5 masih ada 30 siswa lagi,”jelasnya
Fenjli menambahkan, bahwa untuk orang tua jangan khawatir dengan SMP 2 dan 3 yang jarak tempuh sekolah jauh, dimana sekolah telah menyiapkan bus sekolah siswa. Untuk SMP Bernas dan SMPN 1, telah memenuhi kqpasitas sekolah, sehingga tidak bisa lagi dilakukan penambahan kelas. Dimana masing-masing kelas maksimal 32 siswa.
” Data dapodik juga sudah di kunci oleh Pusat. Sehingga, jika dipaksakan pun pengen bersekolah di kouta yang sudah penuh, tidak terdaftar dapodik nantinya. Saya menegaskan, dimana seluruh sekolah negeri di bawah naungannya berpegang pada standar layanan yang sama, sehingga orang tua tidak perlu ragu menitipkan anak di sekolah-sekolah alternatif yang tersedia saat ini,”tutupnya.(naz)






