PELALAWAN (DUMAIPOSNEWS.COM) —– Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali menggenjot penanganan infrastruktur pengendali banjir. Menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan, pemerintah melakukan penataan drainase di delapan titik strategis yang kerap terdampak genangan air saat curah hujan tinggi.
Demikian disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan Irham Nisbar ST MT melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan Latif Busroni ST MT kepada Dumaiposnews.com, Senin (7/9) kemarin. Dikatakannya, bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk meminimalisir dampak banjir yang selama ini menjadi keluhan warga, terutama ketika terjadi hujan dengan durasi lama atau intensitas lebat.
” Ya, penanganan dan penataan drainase ini dilakukan secara masif untuk meminimalisir terjadinya banjir atau genangan air yang biasa terjadi di pusat ibu kota saat hujan turun dalam waktu yang cukup lama,”terangnya.
Latief juga mengatakan, bahwa berdasarkan data teknis, total panjang saluran drainase yang akan ditangani mencapai lebih kurang dari 3,5 kilometer yang tersebar di jalur vital maupun permukiman padat. Drainase yang dilakukan penanganan dan penataan yakni Jalan Pemda: penanganan dan penataan drainase sepanjang 2 kilometer, Jalan Ade Irma Suryani dilakukan penanganan dan penataan drainase sepanjang 900 meter.
” Selanjutnya, Gang Attauhid: penanganan drainase dilakukan penanggulangan banjir sepanjang 150 meter.Jalan Keluarga: Penanganan drainase sepanjang 144 meter, Jalan Pinang Ujung: dilakukan penanganan drainase penanggulangan banjir sepanjang 140 meter, Jalan Markisa (Gang Tahu) dilakukan penanganan drainase penanggulangan banjir sepanjang 70 meter, Jalan Lintas Timur (Seberang Toko Mas Sumbar Riau) dilakukan nanganan drainase sepanjang 40 meterdan yang terakhir depan SD Swasta Evergreen dilakukan penanganan drainase box culvert sepanjang 30 meter,”ujarnya.
Latief menambahkan, bahwa perbaikan sistem drainase di kawasan pusat pemerintahan dan perdagangan seperti Jalan Pemda dan Jalan Ade Irma Suryani menjadi prioritas utama karena tingginya aktivitas masyarakat di area tersebut. Dengan kapasitas saluran yang diperbesar dan ditata ulang, diharapkan laju aliran air permukaan dapat berjalan lancar sehingga tidak lagi meluap ke badan jalan maupun pemukiman warga saat musim hujan tiba.
” Saya mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan saluran drainase agar fungsi infrastruktur yang telah dibangun dapat bekerja optimal dalam mencegah bencana banjir di masa mendatang,”tutupnya.(maz)






