PELALAWAN (DUMAIPOSNEWS.COM) —– Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan mendapat suntikan semangat baru. Tim Markas Besar (Mabes) TNI secara intensif menggelar sosialisasi ke berbagai kecamatan, tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang bahaya api, tetapi juga menggali kekuatan kearifan lokal sebagai benteng pelestarian lingkungan.
Demikian disampaikan Ketua Tim Sosialisasi Mabes TNI Brigjen TNI Dedi Zulkifli dikonfirmasi Dumaiposnews.com, Selasa (15/9). Dikatakannya, bahwa kehadiran timnya bukan sekadar seremonial sesaat. Ia menekankan bahwa komitmen pemerintah pusat terhadap daerah tetap kuat dan berkelanjutan.
” Kami ingin menyampaikan bahwa upaya ini tidak berhenti saat api padam. Kehadiran kami adalah untuk terus memberikan semangat agar masyarakat tetap peduli. Pemerintah pusat tidak pernah meninggalkan daerah; kami terus memikirkan solusi jangka panjang bersama pemda,”terangnya.
Brigjen Dedi juga mengatakan, bahwa pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat adalah kunci. Di sinilah peran kearifan lokal menjadi vital. Nilai-nilai luhur yang sudah mengakar di tengah warga dinilai mampu menjadi “rem” alami terhadap perilaku membuka lahan dengan cara membakar.
” Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak masyarakat untuk beralih ke cara pengelolaan lahan yang aman dan ramah lingkungan. Jika menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan, segera laporkan. Jangan diam,”jelasnya.
Bridgen Dedi menambahkan, bahwa sosialisasi yang digelar Tim Mabes TNI ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif. Dimana menjaga hutan dan lahan bukan sekadar tugas dinas terkait, melainkan warisan budaya dan amanah moral bagi generasi mendatang di daerah berjulukan Negeri Amanah ini. (Naz)






