Dumai Menjemput Bonus Demografi, Kampung KB Sebagai Simpul Pertemukan Berbagai Program dan Sektor

DUMAI (DUMAIPOSNEWS)-Bonus demografi tidak datang begitu saja. Di balik angka penduduk usia produktif yang terus bertumbuh, ada pekerjaan panjang yang harus disiapkan sejak dini: keluarga yang sehat, anak-anak yang tumbuh optimal, masyarakat yang berdaya, serta data kependudukan yang akurat sebagai dasar menentukan arah pembangunan.

Di Kota Dumai, upaya menyiapkan momentum tersebut mulai digerakkan dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat melalui penguatan Kampung Keluarga Berkualitas (KB).

Semangat itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Penggerakan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam Mendukung Kapitalisasi Bonus Demografi Melalui Skema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), yang digelar di Balai Penyuluhan KB Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, Kamis (17/9/2026).

Wali Kota Dumai, yang dalam kegiatan tersebut diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan, Teknologi Informasi, Ekonomi, dan Keuangan, H. Afrilagan, secara resmi membuka kegiatan yang menjadi ruang bersama untuk memperkuat tata kelola kependudukan hingga ke tingkat tapak.

Bagi Pemerintah Kota Dumai, Kampung KB bukan sekadar tempat menjalankan program keluarga berencana. Lebih dari itu, Kampung KB diposisikan sebagai simpul yang mempertemukan berbagai program dan sektor, mulai dari kesehatan, kependudukan, pemberdayaan keluarga, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

H. Afrilagan menegaskan, persiapan menghadapi bonus demografi membutuhkan kolaborasi yang dilakukan secara berkelanjutan antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, dan masyarakat.

“Pemerintah Kota Dumai berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Pemanfaatan bonus demografi tidak dapat dicapai secara spontan, melainkan memerlukan intervensi terstruktur sejak dari lingkungan keluarga melalui penguatan Kampung KB,” ungkapnya.

Menurutnya, FGD tersebut diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di tengah dinamika kependudukan yang terus berubah, data menjadi salah satu fondasi penting. Pemerintah membutuhkan gambaran yang presisi mengenai kondisi keluarga dan masyarakat untuk menentukan intervensi pembangunan yang tepat.

Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN RI, Faizal Fahmi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Dumai yang terus mendorong konvergensi program kependudukan hingga tingkat kelurahan.

Menurutnya, PJPK dapat menjadi acuan untuk memastikan pembangunan kependudukan tidak hanya berbicara tentang jumlah penduduk, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

“Bonus demografi adalah jendela kesempatan yang sangat singkat. Melalui implementasi PJPK di Kampung KB, kita memastikan seluruh indikator pembangunan kependudukan, mulai dari penurunan stunting, pendampingan keluarga risiko stunting, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga, berjalan selaras dengan dinamika demografi lokal,” jelas Faizal Fahmi.

Artinya, bonus demografi bukan hanya persoalan berapa banyak penduduk usia produktif yang dimiliki suatu daerah. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana mereka dipersiapkan agar sehat, berpendidikan, produktif, dan mampu menjadi bagian dari kekuatan ekonomi daerah.

Cerita Kampung KB Laksamana

Di Kelurahan Laksamana, konsep tersebut menemukan bentuknya dalam perjalanan Kampung KB “Keberkahan Bersama”.

Kampung KB ini telah dicanangkan sejak 29 Agustus 2017. Sejak saat itu, berbagai program lintas sektor secara bertahap masuk dan berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Mhd. Irzal, menilai Kampung KB “Keberkahan Bersama” merupakan salah satu contoh praktik baik dalam mengintegrasikan program kependudukan dan pembangunan keluarga.

“Kampung KB bukan sekadar wadah pelayanan kontrasepsi, melainkan sarana integrasi lintas sektor. Keterlibatan aktif mitra, baik dari unsur BNN, BPS, TNI-Polri, hingga sektor swasta di Kelurahan Laksamana ini membuktikan bahwa sinergi yang kuat adalah kunci sukses keberlanjutan program Bangga Kencana di Provinsi Riau,” ungkap Mhd. Irzal.

Perjalanan itu terlihat dari beragam predikat dan program yang tumbuh di Kelurahan Laksamana.

Ada Kampung Wisata Pesisir melalui intervensi OPD Kota Dumai. Kemudian Kampung Bersih Narkoba atau “Kampung Bersinar” dari BNN Kota Dumai pada 2021, “Kalam Bersinar” melalui kerja sama PT Kilang Pertamina Internasional RU Dumai pada tahun yang sama, Kampung Cinta Statistik atau “Kampung Cantik” dari BPS Kota Dumai pada 2022, hingga Kampung Tangguh Gemar Bertasbih dari Polres Dumai pada 2023.

Rangkaian program tersebut menggambarkan satu hal: pembangunan keluarga dan kependudukan membutuhkan kerja bersama.

Lurah Laksamana sekaligus Ketua Kampung KB “Keberkahan Bersama”, Ratna Ulfa, S.Kom., M.IP., memaparkan bagaimana upaya tersebut diterjemahkan ke dalam Rencana Kerja Masyarakat (RKM) Tahun Anggaran 2026.

Kelurahan Laksamana sendiri memiliki luas wilayah sekitar 4,25 kilometer persegi dan berada di pusat Kota Dumai. Kehidupan masyarakatnya bergerak dinamis dengan aktivitas yang banyak berkaitan dengan sektor pelabuhan, perdagangan, dan industri.

Dalam RKM 2026, penggerakan Kampung KB dibagi ke dalam empat seksi kerja.

Pertama, Seksi Penyediaan Data dan Dokumen Kependudukan. Fokusnya antara lain pencatatan dan pelaporan data Pengendalian Lapangan (Dallap) secara rutin setiap bulan, pengumpulan laporan R1 YANKB Faskes/Jejaring, serta penyediaan data calon pengantin (Catin) yang terintegrasi melalui aplikasi WhatsApp Dacin.

Kedua, Seksi Perubahan Perilaku. Bagian ini menyasar pendampingan keluarga berisiko stunting (KRS), mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu pascasalin, baduta, balita KRS, hingga balita stunting. Termasuk pula pelaksanaan Proyek SPRING (Stimulation in Primary Health Service Integration) yang menyasar 142 balita.

Ketiga, Seksi Peningkatan Layanan dan Rujukan Keluarga. Programnya mencakup Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) melalui Gazebo Infaq Stunting, pelayanan KB, pemberian makanan tambahan (PMT) Posyandu dan PMT lokal, distribusi sembako dari mitra seperti PT Pelindo dan Baznas, hingga penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Keempat, Seksi Lingkungan Kesehatan dan Lain-Lain. Kegiatannya meliputi pembagian bubuk Abate, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), gotong royong masyarakat, serta rehabilitasi dan peninggian jalan di kawasan permukiman melalui DAK Kelurahan.

Bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Dumai, keberadaan Balai Penyuluhan KB dan penguatan kapasitas kader institusi masyarakat pedesaan/perkotaan (IMP) menjadi bagian penting dari keberhasilan program di lapangan.

Kepala DPPKB Kota Dumai, Maini Asna, mengatakan pihaknya terus memfasilitasi pemenuhan sarana dan prasarana sekaligus meningkatkan kapasitas kader.

“DPPKB Kota Dumai terus memfasilitasi dan mengawal pemenuhan sarana-prasarana serta peningkatan kapasitas kader. Melalui skema PJPK ini, seluruh data kependudukan yang dihimpun kader dari tingkat RT hingga kelurahan akan tersaji secara presisi sebagai basis pengambilan kebijakan pengentasan stunting dan kesejahteraan keluarga,” kata Maini Asna.

Bonus Demografi dari Rumah

Pada akhirnya, pembicaraan mengenai bonus demografi kembali pada satu titik paling dasar: keluarga.

Sebab, kualitas generasi produktif pada masa mendatang dibentuk dari keputusan dan intervensi yang dilakukan hari ini. Anak yang tumbuh sehat, keluarga yang memperoleh pendampingan, calon pengantin yang mendapatkan edukasi, ibu dan balita yang mendapat perhatian, hingga masyarakat yang memiliki akses terhadap pemberdayaan ekonomi merupakan bagian dari investasi kependudukan jangka panjang.

Karena itu, penguatan Kampung KB melalui PJPK tidak sekadar menjadi agenda administratif. Ia menjadi upaya membawa perencanaan pembangunan lebih dekat dengan realitas masyarakat.

Dari tingkat RT, kelurahan, hingga pemerintah daerah, data dikumpulkan, kebutuhan dipetakan, dan program dipertemukan.

Dari sanalah Dumai menyiapkan langkah untuk menyambut bonus demografi—bukan sekadar dengan menghitung jumlah penduduk usia produktif, tetapi dengan membangun kualitas manusianya sejak dari keluarga

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Dumai Kota Tammy Arthadinata, Lurah Laksamana Ratna Ulfa, Kepala Puskesmas Kecamatan Dumai Kota, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Dumai Kota Siti Suryani, Koordinator Balai Penyuluhan KB Kecamatan Dumai Kota, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader IMP, serta tokoh masyarakat setempat. (rio)