Wabup Pelalawan H. Husni Thamrin Kobarkan Semangat 184 Mahasiswa Baru ITP2I

PELALAWAN – Di tengah riuh rendah semangat mengejar gelar dan karir, sebuah pesan sederhana namun menohok berhasil membungkam ratusan mahasiswa baru Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I). Saat menjadi pemateri dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027,Selasa (22/9).

Wakil Bupati Pelalawan H Husni Tamrin SH tidak berbicara tentang IPK atau prospek kerja. Ia justru mengajak para mahasiswa menengok ke belakang, pada sosok yang paling sering dilupakan saat ambisi memuncak: orang tua. Dalam PPKMB ada 184 mahasiswa baru pada tahun 2026 ini, terbagi atas tiga program studi yakni Agroteknologi (88), Teknik Industri (51), dan Teknologi Pascapanen (45).

” Ya, kalau ingin berhasil, salah satunya adalah hormati orang tua. Jangan pernah merasa bahwa keberhasilan kita hanya karena kemampuan kita sendiri. Di belakang kita ada doa orang tua, ada pengorbanan mereka, ada keringat dan air mata yang mungkin tidak pernah kita lihat,”terang Wakil Bupati Pelalawan H Husni Tamrin saat Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru.

Kalimat itu seolah menyentil kesadaran kolektif. Suasana aula seketika hening. Para mahasiswa baru diajak merenung bahwa di balik seragam almamater yang mereka kenakan hari ini, terdapat ayah yang menahan lelah demi biaya kuliah, dan ibu yang tak pernah putus menyebut nama anaknya dalam setiap sujud malam.
Husni juga mengatakan,bahwa pendidikan tinggi bukan tiket untuk melupakan asal-usul.

“Jangan sampai ketika sudah sukses, kita justru lupa kepada orang tua. Sebelum mengejar dunia yang lebih luas, jangan lupakan orang yang pertama kali mengajarkan kita mengenal dunia,” ujarnya.

Lebih jauh, Wabup menekankan bahwa ilmu tanpa akhlak adalah kesia-siaan. Ia berharap lulusan ITP2I bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya secara spiritual dan sosial. Jadilah orang berilmu yang tetap rendah hati, hormat kepada guru dan dosen, serta peduli kepada masyarakat. Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, tapi seberapa kuat ia mengingat siapa yang pernah menopangnya saat belum mampu berjalan.

” Pesan saya yang menjadi penanda penting bagi PKKMB ITP2I tahun ini, dimana kampus bukan sekadar pabrik gelar, melainkan tempat menempa manusia utuh yang otaknya penuh ilmu, namun hatinya tetap terikat pada doa ibu dan keringat ayah. Sebab, setinggi apa pun cita-cita, pondasi terkuatnya selalu bermula dari rumah,”tegasnya.

Sementara itu, Rektor ITP2I
Prof Dr Ir HTengku Dahril MSc mengatakan, bahwa PKKMB bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal dalam membentuk mindset akademik, integritas, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia global.

” Dengan dukungan berbagai program beasiswa dari SDM-PKS, BAZNAS, KIP-Kuliah, PT EMP Bentu, PT RAPP, PT Agritasari Prima, PT Serikat Putra, hingga PT Gandaerah Hendana,. Kami berharap mahasiswa ITP2I dapat berkembang menjadi generasi yang kompeten dan mampu berkiprah di sektor perkebunan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan, Ketua Yayasan Amanah Pelalawan (YAP) T Zulmizan F Assagaff SE MSi Ak CA menambahkan, bahwa dirinya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Pelalawan H Husni Tamrin yang telah hadir membersamai kegiatan. Dan yang paling utama adalah pembinaan selama ini karena yayasan amanah Pelalawan, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia dari ST2P menjadi ITP2I lahir, berkembang dan besar adalah atas keinginan Pemda kabupaten Pelalawan, pendiri kabupaten Pelalawan dan pemuka kabupaten Pelalawan.

” Saya berharap ITP2I dari institut mudah-mudah beberapa tahun kedepan dapat menjadi universitas,”tutupnya.(naz)