Festival Literasi Menguatkan Generasi Berkarya Membangun Dumai

DUMAI (DUMAIPOSNEWS)- Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) menggelar
Festival Literasi Kota Dumai Tahun 2026 bersempena Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Walikota Dumai yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Dumai Fahmi Rizal SSTP MSi ditandai penandatanganan papan literasi. Dengan mengusung tema ‘Literasi Menguatkan Generasi, Berkarya Membangun Dumai’ acara ini dihelat selama tiga hari, Selasa (22/9) sampai dengan Kamis (24/9) di Perpustakaan Umum Daerah Nahar Effendi Jalan Tanjung Jati Kota Dumai.

Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal SSTP MSi menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan festival literasi untuk meningkatkan kecintaan terhadap buku dan kebiasaan membaca sejak dini di kalangan pelajar hingga masyarakat luas. Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, melainkan kecakapan dalam mengolah informasi, berpikir kritis serta memecahkan masalah.

”Pemerintah Kota Dumai mengajak kita bersama menjadikan literasi sebagai ruang untuk memperkuat budaya membaca menambah pengetahuan dan membuka wawasan sekaligus berkarya mengembangkan kreativitas. Budaya membaca harus terus kita tumbuhkan terutama kepada anak-anak dan generasi muda. Kedepan kita akan renovasi membangun perpustakaan daerah ini supaya lebih bagus lagi. Literasi adalah hal penting bagi generasi muda agar mempunyai literasi yang baik. Terimakasih Dispersip Provinsi Riau dan Dispersip Kota Dumai atas sinergi suksesnya festival literasi di Kota Dumai,” ujar Fahmi Rizal.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Provinsi Riau, Indra SE MSi MM mengatakan festival literasi sebagai upaya mempertahankan budaya baca generasi muda ditengah pesatnya perkembangan teknologi sehingga mampu mendorong masyarakat untuk menciptakan karya nyata. Saat ini angka gemar membaca di Provinsi Riau baru 58,59 persen dan ini tengah diupayakan untuk terus meningkat, sedangkan Kota Dumai sudah level sedang yaitu 64 persen.

”Pembangunan literasi sesungguhnya adalah pembangunan manusia. Untuk itulah, kita harus mendorong penguatan perpustakaan melalui sinergi dengan pemerintah daerah seperti kegiatan festival literasi ini. Festival ini diharapkan menjadi wadah mempertemukan masyarakat dengan dunia literasi sekaligus memperkuat kolaborasi antar pegiat literasi di Kota Dumai. Karena dari budaya membaca akan lahir ide-ide besar, kreativitas dan inovasi yang membawa kemajuan bagi daerah,” tukas Indra.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Literasi Kota Dumai Tahun 2026, Mira Syaifi Miswati SKom menjelaskan kegiatan Festival Literasi Kota Dumai Tahun 2026 berpedoman pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Kegiatan ini bagian dari pelaksanaan program perpustakaan daerah yang didukung melalui DAK Nonfisik Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PERPUSNAS RI) Tahun Anggaran 2026.

Adapun rangkaian kegiatan Festival Literasi Kota Dumai Tahun 2026 meliputi Kelas Literasi keluarga narasumber Bunda Literasi Kota Dumai Ibu Hj Leni Ramaini SKM, Gelar Wicara menghadirkan narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Riau, Ketua PD GPMB Provinsi Riau serta unsur Lembaga Adat Melayu Kota Dumai. Lanjut ada mendongeng, Kelas TPBIS yang terdiri dari Kelas Bahasa Isyarat, Kelas Pembelajaran Sebaya dan Temu Komunitas, lomba mendongeng tingkat SD, kelas pantun, pameran literasi serta penyerahan hadiah Lomba Perpustakaan Kelurahan Terbaik, Lomba Pembuatan Resensi Buku dan Lomba Dongeng.

Dalam rangkaian Festival Literasi juga dilaksanakan pameran literasi yang diikuti oleh Kelurahan Buluh Kasap, Kelurahan Basilam Baru, SMK Perikanan Provinsi Riau, Bidang Kearsipan Dispersip Kota Dumai, Forum TBM Kota Dumai, Batik Dumai, Gramedia, Komunitas Craft dan UMKM di Kota Dumai.

”Pameran ini diharapkan menjadi ruang untuk menampilkan berbagai karya, produk, praktik baik dan potensi masyarakat sehingga literasi tidak hanya tentang membaca, tetapi juga tentang berkarya, berkreasi, berbudaya dan membangun kemandirian masyarakat dalam mendukung Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS),” ujar Sekretaris Dispersip Kota Dumai ini.

Festival Literasi Kota Dumai tahun 2026 dihadiri ratusan pengunjung. Juga hadir Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Ketua PD GPMB Provinsi Riau, Kepala PPPA dr Ridhonaldi, Kepala Brida Syahrinaldi SSos MSi, Camat dan Lurah se-Kota Dumai, Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan, para narasumber, pegiat literasi, komunitas, peserta diantaranya pelajar, keluarga, pengelola perpustakaan dan TBM, komunitas, mahasiswa, guru, pelaku usaha serta masyarakat umum.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas dukungan melalui DAK Nonfisik Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Dumai, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Balai Bahasa Provinsi Riau, PD GPMB Provinsi Riau, Lembaga Adat Melayu Kota Dumai, Bunda Literasi Kota Dumai, seluruh narasumber, komunitas literasi, sekolah, dunia usaha, UMKM, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Festival Literasi Kota Dumai Tahun 2026 dapat menjadi ruang bersama untuk belajar, berbagi, berkarya, dan berkolaborasi, serta semakin mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan,” pungkas Mira Syaifi Miswati mengkahiri.(des)