PEKANBARU (DUMAIPOSNEWS)– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mengoptimalkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Riau melalui peningkatan pasokan, penambahan armada mobil tangki, serta penyesuaian operasional terminal BBM dan SPBU guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa hingga minggu kedua Oktober 2026, pasokan Pertalite telah meningkat 12,9% dan Solar 31,8% dibandingkan kondisi normal. Pertamina juga menambah sekitar 20–30 unit mobil tangki per hari serta memperpanjang jam operasional terminal BBM di IT Dumai, FT Sei Siak, dan FT Tembilahan untuk mengoptimalkan distribusi ke SPBU.
“Pertamina terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan BBM, mempercepat distribusi, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami juga mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh stakeholder yang selama ini mendukung kelancaran penyaluran energi di Riau,” ujar Fahrougi.
Sebagai bagian dari evaluasi penyaluran BBM, pada Rabu (14/10), Pertamina menghadiri undangan diskusi dari anggota Komisi VI DPR RI, Bapak Dr. H. Achmad dan Ibu Dewi Juliani, bersama Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Bapak Ismon Diondo Simatupang, S.T., serta tiga elemen masyarakat, yaitu Ketua GMKR Riau, Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution; Panglima Pucuk LLMB, Datuk Besar Ismail Amir, S.H., M.H.; dan Ketua Umum GEMA Riau, Datuk Taufik Tambusai, S.E.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, Executive General Manager Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, beserta jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Berbagai masukan dalam forum ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan optimalisasi penyaluran BBM ke depan.
Pertamina juga memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan melalui penggunaan QR Code yang terintegrasi dengan data kendaraan serta Surat Rekomendasi melalui sistem XSTAR sesuai mekanisme BPH Migas, dengan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 dan ketentuan terkait.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga mengharapkan dukungan dan kolaborasi Pemerintah Provinsi Riau bersama seluruh pemangku kepentingan terkait. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan BBM bersubsidi tersalurkan tepat sasaran, tepat volume, dan tepat peruntukan, sekaligus menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk masyarakat di wilayah kepulauan dan wilayah 3T.(rio)






