Suhu Panas di Riau Capai 34 Derajat Celcius, Sejumlah Daerah di Sumbar Sstatus Waspada

PEKANBARU (DUMAIPOSNEWS) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru masih memperkirakan suhu udara di Provinsi Riau mencapai 34°C, Rabu (11/3/2026). Menurut Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine, berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru suhu udara di Riau diperkirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara antara 55 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah barat hingga timur laut dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Sementara itu, prakiraan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,0 meter atau dalam kategori rendah. Meskipun begitu untuk prakirakan cuaca di sebagai besar wilayah Riau sejak pagi hari didominasi udara kabur hingga cerah berawan. Khususnya di Pekanbaru terpantau udara lembab sejak pagi hari dan akan mulai menghilang jelang siang hari

Memasuki siang hingga sore hari cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Namun, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Sementara pada malam hingga dini hari, kondisi udara kabur hingga cerah berawan kembali berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Hujan ringan diprakirakan turun di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, serta Kota Dumai.

“BMKG Pekanbaru juga menyampaikan bahwa tidak ada peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Riau pada hari ini. Namun masyarakat tetap diminta untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi,” tuturnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Barat untuk periode 10 hingga 16 Maret 2026.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau berdasarkan Prospek Cuaca Mingguan terbaru yang menunjukkan aktivitas atmosfer fluktuatif memicu peningkatan curah hujan di sejumlah daerah.

Data BMKG mencatat bahwa pada periode 6 hingga 9 Maret 2026, hujan dengan intensitas sangat lebat telah mengguyur wilayah Kabupaten Solok dengan curah hujan mencapai 106,0 milimeter per hari.

Wilayah lain seperti Solok Selatan dan Pesisir Selatan juga mengalami hujan lebat yang memicu peningkatan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.

Prakirawan BMKG Minangkabau menjelaskan bahwa peningkatan potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang mendorong massa udara basah dari Laut Cina Selatan menuju wilayah Indonesia bagian barat.

Kondisi tersebut diperkuat oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation serta gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di wilayah Sumatera.

“Kondisi ini menciptakan daerah konvergensi dan konfluensi di sepanjang pantai barat Pulau Sumatera yang didukung oleh labilitas atmosfer lokal yang kuat,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026).

Dalam prospek cuaca sepekan ke depan, kondisi wilayah Sumatera Barat secara umum diperkirakan berawan hingga hujan ringan, namun potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap dapat terjadi di sejumlah daerah.

Pada periode 10 hingga 12 Maret 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, serta Pesisir Selatan. BMKG menetapkan status “Waspada” bagi wilayah Pasaman Barat, Agam, Padangpariaman, dan Pesisir Selatan yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang.

Memasuki periode 13 hingga 16 Maret 2026, cakupan wilayah yang berpotensi terdampak diperkirakan meluas hingga ke Padang, Bukittinggi, serta Dharmasraya. BMKG mengingatkan bahwa risiko hujan lebat disertai kilat dan petir masih berpotensi terjadi terutama di wilayah pesisir dan kawasan tengah Sumatera Barat selama periode tersebut.(rpg)