DUMAI (DUMAIPOSNEWS)-Tabung gas yang diduga beracun meledak ditengah pemukiman warga, Selasa (14/07/2026) pagi. Tabung gas tersebut dibawa oleh warga yang belum tahu dari mana asalnya.
Akibat ledakan dan mengeluarkan asap beracun sejumlah warga terkena dampaknya. Informasi di lokasi kejadian, beberapa orang warga dilarikan ke rumah sakit.
Bahkan pantauan dilokasi, sejumlah tanaman yang terkena gas beracun terlihat layu.
“Beberapa warga yang tinggal disekitar rumah yang menjadi titik terjadinya ledakan tabung gas dibawa ke rumah sakit,”kata Ketua RT 5, Basri.
Menanggapi adanya keluhan bau yang disampaikan oleh warga RT 05 Kelurahan Tanjung Palas sekitar pukul 10.00 WIB, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) dengan sigap mengerahkan tim HSSE ke sumber lokasi untuk melakukan pemantauan dan pengujian kualitas udara.
Berdasarkan hasil pemantauan dan pengujian di lokasi, sumber bau sebagaimana yang dimaksud bukan kebocoran dari operasional kilang, melainkan berasal dari kebocoran tabung gas HCL salah seorang warga setempat.
Sampai saat ini, masih belum diketahui asal dan pemanfaatan tabung gas tersebut serta masih dilakukan investigasi oleh Polsek Dumai Timur bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran Kota Dumai.
Kilang Dumai terus melakukan pemantaun intensif berkala sesuai dengan prosedur yang telah diatur sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) guna menciptakan operasional yang andal dan serta serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dan lingkungan sekitar .
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum menegaskan bahwa perusahaan merespons dengan cepat setiap informasi maupun laporan dari masyarakat terkait gangguan operasional kilang sebagai bentuk komitmen untuk memastikan seluruh aktivitas kilang berjalan secara aman dan tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.
“Dari hasil pemeriksaan, sumber bau tersebut dipastikan tidak berasal dari operasional Kilang Pertamina Dumai dan seluruh kegiatan operasional Kilang berlangsung dalam kondisi baik. Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat,” tegas Muhammad Rum.
Kilang Dumai memastikan bahwa seluruh proses pemantauan dilakukan sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku, serta dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Saat dilakukan evakuasi tabung gas tersebut, terlihat dari bagian atasnya masih mengeluarkan gas. Selanjutnya oleh petugas Damkar Dumai di bawa ke untuk menimalisir lokasi kejadian.
Dan selanjutnya tabunh gas beracun dibawa ke kantor Damkar. (rio)






