DUMAI (DUMAIPOSNEWS)- Memasuki usia ke-28 tahun, RS Awal Bros memperluas kapabilitas layanan melalui penguatan jaringan, teknologi medis, digitalisasi, clinical outcome, pengembangan sumber daya manusia, hingga pembangunan ekosistem kesehatan yang terintegrasi.
Memasuki usia ke-28 tahun, perjalanan RS Awal Bros bukan lagi sekadar tentang pertumbuhan sebuah rumah sakit. Perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi medis, serta tuntutan terhadap kualitas dan keselamatan pasien telah mengubah cara industri kesehatan melihat masa depan.
Rumah sakit tidak cukup hanya menyediakan fasilitas dan tindakan medis, tetapi perlu menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi, komprehensif, mudah diakses, efisien, dan mampu memberikan hasil yang terukur bagi pasien.
Perjalanan RS Awal Bros berawal dari Pekanbaru, dari kepedulian almarhum H. Awaloeddin dan Hj. Muslamah Ali terhadap kesehatan masyarakat di daerah. Dari satu rumah sakit, jaringan tersebut kini berkembang menjadi 11 rumah sakit di Riau dan Kepulauan Riau.
Skala perkembangan tersebut tercermin dari jumlah masyarakat yang telah dilayani. Sejak 2015 hingga 2025, jaringan RS Awal Bros telah mencatat lebih dari 26,4 juta kunjungan dan tindakan, dengan pertumbuhan rata-rata 17,8% per tahun. Pertumbuhan tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan dan tanggung jawab penyedia layanan untuk memastikan ekspansi berjalan seiring dengan peningkatan mutu.
CEO RS Awal Bros Group Arfan Awaloeddin mengatakan, usia 28 tahun bukan hanya menjadi penanda perjalanan organisasi, tetapi juga momentum untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan.
“Di era yang berubah begitu cepat, keberanian untuk memulai jauh lebih penting daripada menunggu semuanya sempurna,” ujar Arfan.
Pertumbuhan jaringan tersebut dibangun bersama standar mutu dan keselamatan pasien. RS Awal Bros Sudirman dan RS Awal Bros Gajah Mada Batam telah meraih akreditasi Joint Commission International (JCI), sementara RS Awal Bros A. Yani dan RS Awal Bros Ujung Batu memperoleh re-akreditasi nasional KARS.
Jaringan RS Awal Bros juga telah mendapatkan akreditasi LAFKI serta sertifikasi ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan, dan ISO 45001 untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja serta terakreditasi KAN untuk Laboratorium RS Awal Bros Sudirman.
Dari sisi pengakuan nonmedis, RS Awal Bros tercatat memperoleh Indonesia Most Reputable Company_ 2025 serta Customer Satisfaction Champion in Healthcare Services_ 2023. Di bidang klinis, National-wide Clinical Outcome Recognition mendapat penghargaan sebagai 12 rumah sakit terbaik layanan onkologi, jantung, dan saraf. Selain itu, RS Awal Bros Sudirman, Panam, Ayani juga memperoleh penghargaan dari World Stroke Organization (WSO) Angels Award pada Kuartal II 2026 kategori excellence in stroke patient care.
Untuk meningkatkan kecepatan akses pelayanan serangan jantung dan stroke selain ketersediaan layanan EMS 1500088 yang dapat diakses di seluruh RS Awal Bros Group.
Teknologi lain yang dikembangkan mencakup ERCP, endoscopy, laparoscopy, Optical Coherence Tomography atau OCT, LASIK, Bedah Epilepsi, EEG long term, EMG dan TMS, hyperbaric chamber, apheresis. Keragaman tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi dilakukan lintas bidang, mulai dari diagnosis, intervensi, tindakan bedah, hingga pemulihan.
Namun bagi manajemen, jumlah tindakan dan kecanggihan teknologi bukan ukuran akhir kualitas layanan. Ukuran yang lebih penting adalah hasil yang diterima pasien. Karena itu, _clinical outcome_ menjadi bagian dari pengembangan layanan dan pengukuran kualitas.
Pada layanan jantung. Tidak hanya menangani Jantung Dewasa, RS Awal Bros telah melakukan 815 tindakan Transcatheter closure pada kelainan jantung bawaan. Tingkat keberhasilan prosedur juga layak diperhitungkan, dengan angka keberhasilan pada pasien ASD yaitu 98,5%, dan PDA 99,8% , angka ini melampaui benchmark dunia yaitu 92-96%.
Dari aspek pengembangan kompetensi, RS Awal Bros sukses menorehkan prestasi lewat penghargaan jurnal ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di kancah global, sejumlah dokter spesialis, dokter umum dan perawat RS Awal Bros aktif mempresentasikan riset clinical outcome RS Awal Bros Group.
“Saat ini kami juga tengah beradaptasi, dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Kami menyesuaikan diri terhadap perubahan dan kebutuhan yang berkembang, berinovasi dan melakukan perbaikan berkelanjutan di seluruh aspek bisnis dan layanan, menghadirkan solusi kesehatan yang tepat, berkualitas, dan sesuai harapan masyarakat, serta tumbuh dengan strategi yang berkelanjutan untuk memberikan nilai jangka Panjang bagi semua dengan melakukan digitalisasi proses pelayanan dalam rangka meningkatkan mutu dan pengalaman pelayanan bagi pasien,” jelas Arfan.
Perjalanan tersebut mendapat apresiasi melalui penghargaan Bintang 5 dari BPJS Kesehatan atas penerapan transformasi digital. Saat ini, transformasi tersebut terus kami kembangkan melalui aplikasi Halo Awal Bros, yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan layanan kesehatan secara lebih praktis.
“Transformasi digital bukanlah perjalanan yang mudah. Namun, kami percaya bahwa inovasi adalah kunci untuk memberikan pelayanan terbaik. Sejak 2013, RS Awal Bros telah memulai perjalanan transformasi digital ini dengan membangun sistem secara mandiri,” tutur Arfan.
Di luar pelayanan medis, rumah sakit memiliki tanggung jawab kepada masyarakat di luar pelayanan medis. Melalui program Sentuhan Nyata untuk Masyarakat (SENYUM), Komitmen terhadap Quality of Life juga kami wujudkan melalui berbagai upaya untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga melalui edukasi, kepedulian sosial, dan kontribusi terhadap lingkungan.
“RS Awal Bros terus mendukung gerakan Go Green melalui pengurangan penggunaan bahan sekali pakai, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, efisiensi energi, serta edukasi lingkungan kepada insan RS, pasien dan masyarakat,” papar Arfan.
RS Awal Bros menjalankan berbagai kegiatan kesehatan, kemanusiaan, pendidikan dan kepedulian sosial. Sepanjang 2023-2025, lebih dari 200 kegiatan telah dilaksanakan dengan lebih dari 10 ribu penerima manfaat, sementara lebih dari 4.000 pekerja mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Tahun 2026 ini, kami Bersama Polda Riau dan Yayasan Sekar Ayu Jiwa Tani, Perdami, mengadakan operasi katarak gratis untuk 310 orang di Riau. Dan baru-baru ini kami juga berkolaborasi kemanusiaan bersama Yayasan Buddha Tzu Chi dan Kodam XIX Tuanku Tambusai dengan mengadakan layanan operasi gratis untuk pasien katarak, hernia, benjolan, dan bibir sumbing yang diikuti lebih dari 600 warga Pekanbaru dan sekitarnya.
Bagi industri kesehatan, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting ketika kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya.Memasuki usia 28 tahun, perjalanan RS Awal Bros karena itu bukan semata tentang seberapa besar jaringan yang telah dibangun atau berapa banyak tindakan yang telah dilakukan. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kapabilitas tersebut dapat bekerja secara terintegrasi untuk memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jumlah rumah sakit, kecanggihan teknologi, maupun volume layanan. Nilainya terletak pada kemampuan mengubah seluruh sumber daya tersebut menjadi pelayanan yang aman, berkualitas, mudah diakses, efisien, dan memberikan outcome yang lebih baik bagi pasien.
Dari Pekanbaru, perjalanan tersebut terus berkembang. Dengan memperkuat layanan, teknologi, digitalisasi, sumber daya manusia, dan ekosistem kesehatan, RS Awal Bros memasuki fase berikutnya dengan satu tantangan yang sama, bagaimana terus relevan terhadap kebutuhan masyarakat sambil menjaga kualitas pelayanan dan membangun pertumbuhan yang berkelanjutan.(rio)






