35.910 Masyarakat Riau Terpapar ISPA, Tersebar di 12 Kabupaten/Kota, Asap Kiriman Masih Pekat

PEKANBARU (DUMAIPOSNEWS) – Dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Riau. Dinas Kesehatan (Diskes) mencatat sudah sebanyak 35.910 masya­rakat Riau terpapar ISPA. Jumlah itu, tersebar di 12 kabupaten/kota.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau Zulkifli mengatakan, dari jumlah tersebut Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan kasus tertinggi yaitu 10.020 kasus. Disusul Kampar 4.830 kasus, Bengkalis 4.382 kasus, Siak 3.675 kasus, Dumai 3.413 kasus, Kepulauan Meranti 2.816 kasus, Pelalawan 2.227 kasus, Indragiri Hulu 1.810 kasus, Kuansing 1.355 kasus, Rokan Hulu 987 kasus, Rokan Hilir 311 kasus dan Indragiri Hilir 84 kasus.

Meski terjadi kenaikan kasus ISPA, Zulkifli mengklaim fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal. Guna menekan dampak buruk kasus ISPA, Diskes Riau terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan ke masyarakat.

“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” sebutnya.

Diskes Riau juga mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis. Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.

Kemudian juga, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan deteksi dini dengan mendorong masyarakat yang mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia,” katanya.

Selain itu juga perlu tindakan memastikan ketersediaan masker dalam melindungi diri dari polusi udara, khususnya masker yang dapat menyaring polusi udara. “Tenaga kesehatan kita di faskes (fasilitas kesehatan) diminta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke dinas kesehatan kabupaten kota,” imbaunya.(rpg/rio)