Tiga Daerah di Riau Ini Masih Dilanda Karhutla, 229 Titik Panas Terdeteksi

PEKANBARU (DUMAIPOSNEWS) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mendapatkan laporan masih ada tiga daerah di Riau yang terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Yakni Kabupaten Bengkalis, Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil).

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, dari tiga daerah tersebut dua daerah diantaranya sudah dalam tahap pendinginan. Sementara satu daerah lagi masih dalam tahap pemadaman oleh tim gabungan. “Di Inhil dan Pelalawan laporannya tinggal pendinginan, sedangkan di Bengkalis masih dilakukan pemadaman,” katanya, Ahad (29/3).

Sejak Januari hingga saat ini, BPBD Damkar Riau mencatat karhutla sudah terjadi di 11 kabupaten/kota dengan total luas 2.877,06 hektare (ha). Ke-11 daerah tersebut yakni Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

Pelalawan terluas yakni 1.663,01 ha. Diikuti Bengkalis 407,51 ha, Dumai 359,62 ha, Inhil 143,75 ha, Siak 111,79 ha, Kampar 62,15 ha, Rohil 54 ha, Pekanbaru 33,68 ha, Inhu 23,40 ha, Kepulauan Meranti 13,40 ha, dan Kuansing 4,75 ha. “Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 4.419 titik panas dengan jumlah titik api 255 ,” ujarnya.

Sementara itu, Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C mencatat, Ahad (29/3), 229 titik panas terdeteksi di Riau, mendominasi titik panas wilayah Sumatera yang berjumlah 352. Sebaran titik panas di Riau masih didominasi wilayah pesisir, khususnya Bengkalis 147, Pelalawan 36, Indragiri Hilir 35, Dumai sembilan titik, serta masing-masing satu titik di Kampar dan Indragiri Hulu.

Selain Riau, titik panas terdeteksi di Aceh ada sembilan, Sumatera Selatan sembilan, Sumatera Barat satu, Kepulauan Riau 81, Bangka Belitung 12, dan Jambi 11 titik. Peningkatan jumlah titik panas ini menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi di beberapa wilayah di Riau.

“BMKG mengingatkan masya­rakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang dapat meluas dengan cepat, terutama saat kondisi cuaca mendukung. Pemantauan titik panas dilakukan secara berkala menggunakan satelit untuk mendeteksi titik panas secara dini guna meminimalisir dampak kebakaran yang lebih luas,” ucapnya.(rpg)