Keseruan bakti sosial yang ditaja SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau di MAN 1 Dumai.
DUMAI(DUMAIPOSNEWS)– SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau pada Jumat (31/10/25) melaksanakan kegiatan bakti sosial yaitu penyuluhan tentang hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa SMA terhadap HIV/AIDS di MAN 1 Dumai.
Kegiatan penyuluhan ini dimotori oleh Dr dr Donel SSp OG Subsp KFm (KJFD Obgin), dr Renardy Reza Razali SpOG Subsp Onk (KJFD Obgin), dr Noviardi SpOG Subsp Obginsos (Konsulen Obgin), dr Febriani SpOG Subsp KFm (KJFD Obgin), dr Wiwin Suhandri SpOG (Konsulen Obgin), dr Sofyan Andri SpOG (Konsulen Obgin), dr Dhini Aiyulie Novri SpOG (Konsulen Obgin), Aniska Putri Simanjuntak MSi (Dosen FPK), dr Cantika Anakita (Residen PPDS Obgin), dr Yusuf Basri Siregar (Residen PPDS Obgin), dr Olivia Makmur (Residen PPDS Obgin) dan dr Yoggi Arnova Syahputra (Residen PPDS Obgin).
Pada kesempatan itu, dr Dhini Aiyulie Novri SpOG mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial yang digelar tersebut dalam bentuk penyuluhan kesehatan dengan tema “Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Siswa SMA terhadap HIV/AIDS”.
“Alhamdulillah, sukses telah dilaksanakan di MAN 1 Dumai sebagai upaya peningkatan edukasi dan kesadaran remaja mengenai pencegahan HIV/AIDS. Kegiatan ini tentunya bertujuan untuk membekali para siswa dengan informasi yang benar dan komprehensif mengenai penularan, pencegahan serta dampak HIV/AIDS. Ya, sekaligus juga untuk mengukur bagaimana pengetahuan, sikap dan perilaku mereka berperan dalam mencegah risiko infeksi,” ujar Dhini Aiyulie Novri.
Sementara itu Aniska Putri Simanjuntak MSi menjelaskan melalui sesi pemaparan materi berupa diskusi interaktif dan simulasi sederhana, maka para siswa diharapkan dapat membentuk perilaku sehat, meningkatkan kesadaran diri serta menjadi agen informasi yang positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung generasi muda yang sehat, berpengetahuan dan berperilaku bijak dalam menghadapi isu kesehatan reproduksi dan penyakit menular,” pungkas Aniska Putri Simanjuntak.(des)






