BENGKALIS (DUMAIPOSNEWS) – Seorang toke pinanh Wipeng (55) Warga Dusun Penawar Darat, Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis menjadi korban perampokan dan pembunuhan.
Korban yang tinggal di Jalan Kartini, RT 02/RW 05, ditemukan tewas Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Penemuan jasad korban sontak menggegerkan warga sekitar, yang langsung datang ke lokasi kejadian. Berbagai spekulasi informasi terus berkembang di masyarakat, pasalnya korban meninggal dengan tidak wajar. Karena ada dugaan dirampok dan bunuh diri.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, korban tewas bersimbah darah dalam kondisi duduk telungkup di dalam rumahnya. Mendengar adanya tauke pinang yang tewas, warga berdatangan ke rumah korban, dan melihat kondisinya dalam keadaan duduk, wajahnya tertekuk ke lantai di bagian dapur rumahnya.
“Kita lihat sama-sama, ini apakah bunuh diri atau dirampok kita belum tau. Makanya sama-sama kita lihat dan panggil polisi untuk penyelidikan kasus ini,” ucap seorang laki-laki yang merekam video korban yang bersimbah darah, yang beredar di media sosial.
Kabar perampokan itu dengan sekejap beredar luas melalui pesan singkat dan grup WhatsApp. Terlihat jelas dari video yang beredar, korban yang menggunakan celana pendek dan tanpa memakai baju, dalam kondisi duduk menelungkup.
“Tak taulah kejadiannya apa. Tapi kabarnya ada tauke pinang dirampok dan dibunuh,” ujar L, salah seorang warga Berancah, Kamis (9/4/2026).
Ia menyebutkan, kejadiannya sangat cepat dan belum tau apakah pelakunya berhasil diamankan atau tidak. Namun atas kejadian itu, korban mengalami luka serta bersimbah datang di rumahnya.
Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP dan memasang garis police line di lokasi kejadian.
“Ya, benar. Kita saat ini masih melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan. Nanti saya informasikan lagi,” jelasnya.
Ia mengatakan, petugas polisi yang berada di TKP sedang melakukan penyidikan. Sementara jasad korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. “Kalau dugaan sementara ada unsur perampokan. Tapi masih kita selidiki,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul 10.30 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa. “Korban ditemukan di dapur rumahnya dalam kondisi bersimbah darah. Saat ini kasus masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKBP Fahrian.
Dari kondisi di lokasi, korban diduga menjadi korban tindak kekerasan yang berujung pada pembunuhan. Meski begitu, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian.
“Kita lagi mencari pelakunya, masih proses penyelidikan. Mohon waktunya, nanti kami akan informasikan perkembangan lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Bantan Aulia Fikri membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut pihak kepolisian telah berada di tempat kejadian perkara (TKP). “Benar, polisi sudah berada di TKP,” jelasnya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah barang bukti. Garis polisi juga telah dipasang di sekitar rumah korban untuk kepentingan penyelidikan. Hingga kini, pelaku masih dalam tahap penyelidikan. Polisi terus memburu pihak yang bertanggung jawab serta mendalami motif di balik peristiwa tragis tersebut.(rpg/rio)






