SMPN 2 Dumai Luncurkan SANTUN’S Sistem Sensor Keamanan Toilet Sekolah

DUMAI (DUMAIPOSNEWS)– SMP Negeri 2 Dumai kembali mengikuti Trakindo Innovakids 2026 sebagai ajang kompetisi dan pelatihan inovasi siswa berbasis Challenge-Based Learning yang fokus pada literasi digital, AI dan coding serta mendukung program sekolah sehat dan inovasi lingkungan. Tujuannya adalah menumbuhkan budaya inovasi sejak dini dan mempersiapkan anak Indonesia menjadi inovator yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Kepala SMP Negeri 2 Dumai Hj Saidatun Syabibah SPd MPd melalui Pembimbing Tim Sekolah Trakindo Innovakids 2026, Lili Herawati SPd MPd menyampaikan bahwa proyek Innovakids Trakindo SMP Negeri 2 Dumai tahun ini adalah adalah ‘mewujudkan sekolah ramah anak dengan menggunakan SANTUN’S (Sensor Aman Toilet Untuk Siswa)’.
Tim Innovakids SMPN 2 Dumai 2026 terdiri sembilan siswa diantaranya Maisha Bening Akela Harsono, Muhammad Rais Nauli, Muhammad Raditya Harsa, Adellia Hanessa, Muhammad Zhafransyah Mansur, Muhammad Fatih Subahagia, Muhammad Zahrawi Al Dhantasyah, Rezvan zacqheo Mohammad Hersha Chan dan Aqilla Elliora Putri Andhini.
Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan sekolah yang memiliki beberapa kriteria dan salah satunya adalah menciptakan rasa aman bagi para siswa. Toilet sekolah adalah salah satu tempat yang minim pengawasan sehingga berpotensi menimbulkan rasa takut dan tidak nyaman. Toilet merupakan lokasi yang relatif tertutup sehingga berpotensi menjadi tempat terjadinya perundungan, gangguan dari teman sebaya maupun situasi darurat yang sulit diketahui oleh guru ataupun petugas sekolah.
”Kami melihat banyak siswa merasa takut untuk pergi ke toilet sendirian sehingga mereka meminta temannya untuk menemaninya. Hasil angket pra penelitian yang telah dibagikan kepada seluruh siswa maka hasilnya lebih dari 94 persen responden memilih toilet sebagai fasilitas yang kurang aman untuk digunakan. Temuan tersebut mendorong kami dan tim untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan rasa aman siswa saat menggunakan toilet sekolah. Dengan memanfaatkan teknologi sensor yang sederhana, tim kemudian mengembangkan SANTUNS (Sensor AmaN Toilet UNtuk Siswa) sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman dan mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak,” papar Muhammad Rais salah seorang anggota tim menjelaskan latar belakang projek SANTUN’S.
Lebih lanjut Rais menjelaskan tujuan dari proyek SANTUN’S (Sensor Aman Toilet Untuk Siswa) adalah untuk menciptakan sistem sensor keamanan toilet yang ramah anak dan aman digunakan, memberikan rasa aman bagi para siswa saat menggunakan toilet, mengurangi potensi gangguan, perundungan atau kejadian darurat di toilet sekolah, mendukung penerapan sekolah ramah anak melalui inovasi teknologi sederhana serta melatih untuk berpikir kreatif, inovatif dan peduli terhadap lingkungan sekolah. Dan akhirnya tim merancang solusi SANTUN’S berdasarkan hasil observasi dan pengumpulan data yang dapat membantu meningkatkan keamanan toilet sekolah.
SANTUN’S dirancang dengan memanfaatkan teknologi sensor untuk mendukung pengawasan kondisi toilet tanpa mengganggu privasi pengguna. Konsep alat disusun dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kemudahan penggunaan dan kebermanfaatan bagi siswa. Setelah desain alat selesai maka tim melakukan proses perakitan komponen dan pemrograman sistem sesuai rancangan yang telah dibuat. Prototipe kemudian diuji untuk memastikan seluruh sensor dan sistem bekerja dengan baik. Hasil pengujian digunakan sebagai dasar evaluasi untuk melakukan penyempurnaan sehingga alat dapat berfungsi secara optimal sesuai tujuan yang diharapkan.
”Setelah prototipe berhasil dibuat dan diuji lalu tim memperkenalkan hasil proyek kepada warga sekolah sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya keamanan fasilitas sekolah. Tim juga menyusun rencana pengembangan lebih lanjut agar sistem dapat diterapkan pada lebih banyak toilet dan memiliki fitur yang lebih efektif,” tukas Muhammad Rais Nauli.
Pembimbing Tim Sekolah Trakindo Innovakids 2026, Lili Herawati berharap SANTUN’S dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak. Kemudian melakukan diskusi dengan Kampus ITB-RP melalui konsultasi dan pemaparan hasil data penelitian mengenai prasarana tidak aman guna mematangkan implementasi sistem SANTUN’S (Sensor AmaN Toilet UNtuk Siswa) khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sensor untuk pengawasan kondisi toilet tanpa mengganggu privasi serta menyelaraskan aspek keamanan dan kebermanfaatan alat bagi siswa. ”Proyek SANTUN’S berhasil diterapkan di sekolah dan banyak memberikan dampak positif,” ulasnya.
Melalui proyek ini, lanjut Rais lagi, disadari pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah sebagai tanggungjawab bersama. Proyek ini juga mengajarkan siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah harus didasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan hanya asumsi. Sekaligus mengembangkan keterampilan teknologi dan kerjasama.
”Selama proses perancangan dan pembuatan alat tim juga mempelajari berbagai hal baru terkait sensor, elektronika dan pemrograman. Ya, tentunya mampu melatih kemampuan komunikasi, pembagian tugas serta kerjasama tim dalam mencapai tujuan bersama meskipun menghadapi berbagai tantangan selama pelaksanaan proyek,” pungkas siswa kelas 8.11 ini mengakhiri.(des)