PELALAWAN (DUMAIPOSNEWS.COM) —- Menyikapi kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina sejak 18 April 2026 lalu , Polres Pelalawan melalui Satuan Polisi Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pelalawan menerjunkan personel untuk melakukan monitoring dan Pulbaket, Rabu (29/4)
Dalam kegiatan itu, personil Sat Lantas Polres Pelalawan turun melakukan pengaturan arus kendaraan diseluruh SPBD di Pelalawan, khususnya di titik rawan macet, guna memastikan jalur umum tetap aman dan berjalan lancar. Dan dari hasil kegiatan tersebut, diketahui terkait daya beli masyarakat, terlihat antrian terjadi di pompa BBM Subsidi jenis Biosolar dan pertalite masih dalam kondisi wajar.
Pantauan dilapangan, dengan adanya penyesuaian harga yang diberlakukan oleh Pemerintah ini, telah memicu menyebabkan terjadinya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di jalur padat lalu lintas di Negeri Seiya Sekata ini. Yakni di Jalan Lintas Timur, Pelalawan. Dalam pengisian BBM oleh masyarakat tersebut, terlihat kondisi di jalur pompa BBM jenis Pertamax turbo dan Dexlite terlihat dalam keadaan sepi, namun untuk pengisian di pompa BBM Pertamax 92, pengisian kendaraan terlihat wajar.
Demikian hal ini disampaikan Kasat Lantas Polres Pelawan AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK kepada Dumailosnews.com, Kamis (30/4). Dikatakannya bahwa, bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh anggota untuk sigap melakukan pengaturan di seluruh SPBU di Kabupaten Pelalawan, khususnya SPBU yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas disepanjang Jalan Lintas Timur, Pelalawan.
“Jadi, kami menempatkan personel di lokasi strategis, terutama SPBU di jalur lintas padat, untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berlebihan. Dan alhamdulillah, sejauh ini antrian pengisian BBM yang terjadi di SPBU diwilayah Kabupaten Pelalawan terpantau masih dalam katagori wajar. Atau belum ditemukannya antrian yang signifikan dampak dari penyesuaian harga BBM oleh Pemerintah. Begitu juga dengan gejolak, rencana aksi unjuk rasa maupun flayer bersifat provokasi terkait penyesuaian harga BBM yan dilakukan oleh Pemerintah di Wilayah Kabupaten Pelalawan, sejauh ini belum ada kita temukan,” terangnya.
AKP Tatit Rizkyan juga mengatakan,bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk meminimalkan antrean. Sejumlah langkah yang didorong antara lain mengoptimalkan dispenser yang melibatkan kombinasi perawatan teknis, pengaturan laju aliran, dan penggunaan teknologi modern untuk memastikan akurasi, efisiensi, dan keamanan pengisian bahan bakar. Dan juga untuk memastikan stok BBM tetap tersedia, serta menganjurkan pengendara mengisi BBM di luar jam sibuk.
“Kami juga mengimbau pengendara agar tertib dan sabar saat mengantre. Jangan menyerobot antrean, karena hal itu akan memperparah kemacetan dan dapat memicu konflik. Dan kita berharap, intervensi tersebut mampu menekan kemacetan akibat antrean di SPBU, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Petugas akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap mengambil langkah cepat bila situasi membutuhkan,”ujarnya.
Mantan Kapolsek Pangkalan Kerinci ini mengatakan,bahwa selain melakukan monitoring dan Pulbaket perkembangan situasi pasca adanya penyesuaian harga BBM oleh Pemerintah, pihaknya juga melakukan pantauan LPG Non Subsidi. Dimana sejauh ini, belum ditemukannya adanya kelangkaan dan kendala terkait penyaluran dan pendistribusian gas LPG dari Pertamina kepada pihak Pangkalan, karena distribusi tetap dilakukan setiap harinya.
“Intinya, sampai saat ini situasi pasca penyesuaian harga BBM dan Gas LPG Non Subsidi masih terpantau aman dan kondusif, belum ditemukannya reaksi dari Tokoh maupun Elit Politik terkait dgn kenaikan harga BBM dan Gas LPG Non Subsidi tersebut,”jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Perwakilan Pertamina Riau Wilayah Kerja Pelalawan Riza Rahmadsyah mengatakan, bahwa untuk ketersediaan stock BBM disetiap SPBU sewaktu – waktu dapat berubah, dikarenakan ada penerimaan BBM dan ada penjualan BBM setiap harinya oleh pihak SPBU.
“Kita pastikan hingga saat ini belum ada kendala penyaluran dan pendistribusian BBM dari Pertamina kepada pihak SPBU. Karena distribusi tetap dilakukan setiap harinya,” tutupnya. (Naz)






