PEKANBARU (DUMAIPOSNEWS)-Aktivis 98, Erwin Sitompul, mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau untuk segera mengevaluasi Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Desakan ini muncul setelah adanya dugaan pembiaran terhadap praktik penjualan seragam sekolah dengan harga tidak wajar di salah satu SMA negeri di Kota Dumai.
Menurut laporan orang tua siswa kepada Erwin, SMA Negeri Binaan Khusus (Binsus) Kota Dumai diduga menjual seragam sekolah seharga Rp575 ribu per set dengan alasan “pakaian khusus”.
Pihak sekolah berdalih bahwa harga tersebut telah disetujui oleh kepala sekolah, komite sekolah, serta orang tua siswa.
Namun, Erwin menegaskan bahwa faktanya banyak orang tua siswa tidak menyetujui harga tersebut.
Lebih jauh, Erwin mengungkap adanya dugaan intervensi dalam proses pengadaan dan pembuatan pakaian sekolah SMA dan SMK negeri di Riau.
Intervensi tersebut diduga tidak hanya dilakukan oleh tenaga ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam, tetapi juga melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Akibatnya, banyak kepala sekolah merasa tertekan dan ketakutan untuk menolak atau bersuara.
“Kami juga meminta agar Kepala SMA Negeri Binsus Dumai segera dicopot,” tegas Erwin.
Selain itu, Erwin mendesak pemerintah provinsi untuk segera mengaktifkan kembali Kepala SMK Negeri 3 Kota Pekanbaru dan Kepala SMA Negeri Pintar di Kabupaten Kuansing. Ia juga meminta pemulihan nama baik kedua kepala sekolah yang sebelumnya dinonaktifkan tersebut.(rio)






