DUMAI (DUMAIPOSNEWS) – Sebagai bentuk pengabdian nyata kepada Masyarakat, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau di Kelurahan Tanjung Palas sukses melaksanakan serangkaian Program Kerja unggulan.
Tiga program utama yang diselenggarakan berfokus pada edukasi pemberdayaan ekonomi kreatif warga lewat pelatihan JESIKA (Jelantah Jadi Sabun Kreatif), Workshop Pembuatan Ekoprint, serta peluncuran gerakan GEMA Lestari, serta Peringatan Hari Anak Nasional di SDN 028 Sri Pulau.
Kegiatan ini disambut hangat oleh perangkat kelurahan, tokoh Masyarakat serta warga setempat yang hadir dengan antusias di aula Kelurahan Tanjung Palas dan di Sekolah SDN 028 Sri Pulau.
Program JESIKA, solusi limbah dapur menjadi produk bernilai ekonomi tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tim Kukerta UNRI juga menginisiasi program pemberdayaan lingkungan dan ekonomi bertajuk JESIKA (Jelantah Jadi Sabun Kreatif). Program ini bertujuan mengolah minyak goreng bekas (jelantah) yang biasanya dibuang dan mencemari lingkungan menjadi sabun cuci yang aman dan bermanfaat.
Melalui pelatihan praktis ini, warga diajarkan tahapan membuat sabun secara aman:
1. Pemurnian Jelantah: Mengendapkan dan menyaring minyak bekas menggunakan bahan alami (seperti arang aktif atau ampas tebu).
2. Pencampuran: Mengukur rasio minyak, air, dan soda api (NaOH) secara tepat.
3. Pencetakan & Pewangian: Menambahkan aroma dan pewarna sesuai selera sebelum dicetak.
“Lewat JESIKA, kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga seperti minyak jelantah tidak hanya bisa dicegah agar tidak mencemari selokan, tetapi juga bisa diolah menjadi barang yang bernilai guna dan berpotensi menjadi ide usaha mikro warga,” ujar perwakilan Ketua Tim Kukerta UNRI Tanjung Palas.
Lurah Tanjung Palas, Hermanto beserta tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian dan kontribusi aktif para mahasiswa UNRI.
“Diharapkan, ilmu dan keterampilan yang dibagikan selama kegiatan Kukerta ini dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan mandiri secara ekonomi,”kata Lurah.
Ekoprint adalah teknik pencetakan ramah lingkungan yang mengandalkan pigmen alami serta bentuk asli tumbuhan—seperti daun, bunga, batang, dan ranting—untuk menciptakan motif indah yang eksklusif pada permukaan media kain katun, linen, atau sutra tanpa melibatkan bahan kimia sintetis, proses pembuatannya diawali dengan perendaman kain dalam larutan mordan agar serat kain siap mengikat warna alami, dilanjutkan dengan penyusunan dedaunan atau bunga ber-tannin tinggi sesuai nilai estetika yang diinginkan.
Selanjutnya, motif dipindahkan ke atas kain melalui teknik pengukusan (steaming) atau pemukulan (pounding), lalu diakhiri dengan proses fiksasi menggunakan bahan alami seperti tawas untuk mengunci warna agar tahan lama dan tidak luntur saat dicuci.
GEMA Lestari (Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Asri) adalah inisiatif lingkungan yang diusung oleh Mahasiswa Kukerta UNRI melalui pembuatan dan pendistribusian tong sampah pilah di setiap RT dan fasilitas umum Kelurahan Tanjung Palas guna meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan serta mempermudah pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Suasana semakin hangat dan meriah ketika kegiatan dilanjutkan dengan Peringatan Hari Anak Nasional bersama para siswa SDN 028 Sri Pulau. Berbagai perlombaan edukatif, permainan interaktif, dan sesi motivasi digelar untuk menghibur sekaligus memberikan wadah ekspresi bagi anak-anak di Kelurahan Tanjung Palas.
“Kami berharap rangkaian program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak nyata. Anak-anak belajar mencintai lingkungan sejak dini dengan cara yang menyenangkan, sementara masyarakat mendapatkan keterampilan baru yang bernilai ekonomis,” ujar perwakilan Koordinator Mahasiswa Kukerta UNRI Kelurahan Tanjung Palas.
Pihak sekolah SDN 028 Sri Pulau serta tokoh masyarakat Kelurahan Tanjung Palas menyambut baik dan mengapresiasi tinggi inisiatif mahasiswa UNRI. Kehadiran program JESIKA, Ekoprint, dan GEMA Lestari dinilai sangat relevan dengan kebutuhan edukasi karakter dan lingkungan bagi generasi muda saat ini. Dengan suksesnya rangkaian acara ini,
Mahasiswa Kukerta UNRI 2026 berharap benih-benih kepedulian lingkungan dan semangat kreativitas yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Kelurahan Tanjung Palas.(rio)






