DUMAI (DUMAIPOSNEWS) — Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Masyarakat Peduli Riau Bersih (Sikat Perisih) sukses menggelar Seminar Diskusi Wawasan Kebangsaan di Balai Pertemuan Sri Bunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh, Kamis (17/09).
Seminar menghadirkan narasumber Kepala Bidang Pengawasan Naker Disnaker Riau Dr. Ir. Rival Lino, S.T., M.T., dan Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 DLH Dumai Antony Asha Parie ST.
Seminar dibuka resmi Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Riau Abdul Kosim, dihadiri Forkopimda Riau dan Dumai, Ketua PWI Dumai, tokoh adat, tokoh masyarakat, aktivis lingkungan-naker, DPP Sikat Perisih, DPD Rohil, Bengkalis, dan Siak.
Seminar ini sendiri diikuti peserta yang mencakup beragam profesi. Ada pakar, ada dosen, aktivis, mahasiswa, perwakilan perusahaan, perwakilan pekerja, lpmk, dan perwakilan ormas.
Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Riau Abdul Kosim berharap seminar menghasilkan kemaslahatan, kebersamaan masyarakat dengan dunia usaha. “Kita sambut baik, ayomi dan perhatikan masyarakat. Beri kesejahteraan bagi mereka,’ pintanya.
Sebelumnya, Ketum DPP Sikat Perisi Syekh Muda Sabaruddin Bastian Jambak menekankan wawasan kebangsaan bukanlah sekadar romantisme sejarah. Tapi, cara pandang utuh untuk melihat menyelesaikan persoalan bangsa secara kolektif.
“Komitmen kebangsaan kita sedang diuji dua pilar krusial yang menentukan ketahanan nasional. Yaitu kesejahteraan tenaga kerja dan kelestarian lingkungan hidup. Disinilah DPP Sikat Perisih hadir mengambil peran,” ucapnya.
Maksud dan tujuan utama diselenggarakannya seminar dan diskusi wawasan kebangsaan ini adalah untuk membangun konsensus intelektual, menjaga keseimbangan ekologis serta memicu aksi nyata.
“Melalui seminar ini, kita asah intelektualitas, kita tajamkan kepekaan sosial, kita satukan langkah. Mari buktikan dari Riau, kita mampu mengirim pesan kuat keseluruh penjuru negeri, ketahanan nasional sejati lahir kala tenaga kerja berdaya, alamnya terjaga mulia,” tegas Bastian Jambak.
Dalam pada itu, Wali Kota Dumai diwakili Staf Ahli Hermanto Usman menyampaikan, wawasan kebangsaan dilihat melalui 4 pilar. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Satu lagi pilar penting penjamin demokrasi hidup, berjalan sesuai jalur, yakni pers yang bebas dan bertanggung jawab.
“Dalam kaitan itulah, Pemko Dumai mengajak kita semua melalui seminar ini mendiskusikan potensi-potensi persoalan yang ada menjadi kesempatan dan peluang untuk berbuat terbaik bagi masyarakat,” terang Hermanto Usman.
Seminar ini sendiri bertema Menuju Indonesia maju : Rapatkan Barisan Membangun Kedaulatan Bangsa Atas Sinergi Kerja Layak dan Lingkungan Lestari Demi Menuju Kemajuan Masyarakat dan Pembangunan Daerah Yang Berkelanjutan.
Selain ditandai diskusi menarik antara kedua narasumber, moderator Tasman Yazid dengan peserta, dipenghujung seminar berlangsung penyerahan cenderamata kepada narasumber dan sertifikat kepada peserta seminar.
Ketua Panitia Pelaksana Seminar, Suprianto, dalam laporannya berharap seminar diskusi wawasan kebangsaan ini tidak berhenti dipemahaman secara teori saja.
“Apa yang sudah didapatkan melalui seminar ini mari wujudkan dalam tindakan nyata, ” ajak Suprianto. (ery)






