DUMAI (DUMAIPOSNEWS)- Sebanyak ratusan orang warga masyarakat adat mendatangi kawasan bekas PT Pelintung Jaya Bersama di Wilayah Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai hasil sitaan Satgas PKH yang di kelola oleh PT Agrinas, Senin (17/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
Tokoh Pemuda Melayu Dumai Tengku Dedek Iskandar dalam orasi singkatnya mengatakan, masyarakat adat tempatan menolak pengelolaan kebun sawit PT. Agrinas Palma Nusantara oleh orang luar.
Dengan semangat perjuangan menuntut kesejahteraan masyarakat adat di lingkungan perkebunan, Tengku Dedek yang juga sebagai Panglimo Tameng Adat LAM Dumai ini mendukung penuh program pemerintah melalui PT Agrinas Palma Nusantara untuk lebih mengutamakan pengelolaan kepada masyarakat tempatan.
“Kami memang mendukung PT Agrinas, tapi kami minta pekerjanya mengutamakan masyarakat dan itu sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dan kami menolak pihak luar atau orang luar yang mengelolanya,”kata Tengku Dedek dengan lantang menyampaikan tuntutan mewakili masyarakat sekitar.
Selain di eks .PT Pelintung Jaya Bersama, massa aksi pun ber unjuk rasa ke eks. PT. Sinar Riau Palm Oil yang berada di Desa Guntung Kecamagan Medang Kampai.
Di lokasi ke dua ini orasi pun di gelar dengan tertib dan damai. Aksi unjuk rasa ini di kawal penuh oleh aparat baik dari TNI dan POLRI.
Disini Tengku dedek Iskandar menyampaikan orasinya dan menyebutkan anak kemenakan dan keluarga masyarakat adat Bumi Melayu Dumai berhak hidup dan berusaha dengan layak.
” Kalau tuntutan kami tidak penuhi, percayalah kami akan datang dalam aksi berikut dengan membawa massa aksi lebih besar hingga tiga kali lipat dari massa aksi saat ini, dan akan terus berjuang turun ke lokasi hingga tuntutan kami di setuju,”ujarnya.
Katanya lagi, program Presiden Prabowo sangat didukung karena itu adalah kewajiban sebagai warga Indonesia.
“Kami yakin Bapak Presiden Prabowo peduli dengan masyarakat kecil seperti kami, namun kami pun ingin hidup layak di Bumi Melayu ini,”ujarnya.(rio)






