DUMAI(DUMAIPOSNEWS) – Pengungkapan kasus penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu puluhan kilogram atau seberat 25,8 kilogram—dengan nilai estimasi mencapai Rp26 miliar—di perairan Dumai pada Mei 2026 lalu, dinilai sebagai prestasi henat.
Operasi gabungan Sat Res Narkoba Polres Dumai bersama Bea Cukai Dumai tersebut diklaim sebagai pukulan telak bagi jaringan narkoba internasional.
Namun, seiring berjalannya waktu, kasus ini justru menjadi sorotan publik. Fokus publik kini tidak lagi sekadar pada para tersangka, melainkan pada kapal KLM Pinisi Indah GT 169/NT 135—kapal kayu yang ditetapkan sebagai barang bukti (BB) utama karena diduga kuat menjadi sarana pengangkut barang haram dari Malaysia.
Informasi yang berkembang kapal sitaan bernilai ekonomis tinggi itu diam-diam telah kembali berlayar.
Beredar kabar bahwa kapal dengan karakteristik fisik yang identik dengan KLM Pinisi Indah diduga kuat masih beroperasi aktif di perairan.
Bukan itu saja, informasi lainnya menyebutkan telah terjadi upaya kamuflase fisik pada kapal tersebut, mulai dari perubahan warna cat lambung hingga pergantian nama kapal untuk mengelabui publik.
Jika dugaan ini benar, maka mekanisme pengawasan barang bukti berukuran besar oleh aparat penegak hukum di Polres Dumai patut dipertanyakan secara serius.
Kapolres Dumai, AKBP Fatikh Dedy Setyawan Sik yang dikonfirmasi Dumai Pos melalu Kasat Narkoba AKP Gus Purwantoro mengakui kalau kejadian tersebut dirinya belum menjabat Kasat Narkoba Polres Dumai.
Namun demikian, setelah dilakukan pengecekan, bahwa barang bukti kapal tersebut bisa saja dipinjam pakai pada sebelumnya.
“Kapal yang dijadikan barang bukti dipinjam pakaikan,”kata Gus Purwanto yang baru sepekan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Dumai menggantikan AKP Reza.
AKP Gus Purwantoro menjelaskan, permohonan titip rawat tersebut diajukan secara resmi oleh seseorang berinisial TR, dengan alasan kapal masih sangat dibutuhkan sebagai sarana penunjang roda usaha.
Informasi yang dirangkum dilapangan, saatt ini kapal tersebut telah pulang pergi melintas untuk membawa muatan.(rio)






