PEKANBARU(DUMAIPOSNEWS) – Mantan Aktivis 98 sekaligus pejuang guru, Erwin Sitompul, menyatakan sepakat dengan hasil klarifikasi dan verifikasi yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dampak Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau.
Menurut Erwin, data yang disampaikan Kemendagri menunjukkan secara jelas bahwa Program MBG tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan penurunan PAD maupun retribusi daerah di Provinsi Riau. Sebaliknya, program tersebut justru memberikan manfaat fiskal yang cukup besar bagi pemerintah daerah.
”Saya sepakat dengan hasil kajian dan verifikasi yang dilakukan Kemendagri. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa tidak ada fakta yang membuktikan Program MBG menyebabkan penurunan PAD Provinsi Riau. Bahkan, program ini justru menghasilkan efisiensi APBD sekitar Rp45 miliar per tahun,” ujar Erwin Sitompul.
Erwin menjelaskan bahwa berdasarkan data Kemendagri, target Retribusi Kantin Sekolah Tahun Anggaran 2026 hanya sebesar Rp950 juta atau sekitar 0,018 persen dari target PAD Provinsi Riau yang mencapai Rp5,24 triliun. Dengan kontribusi yang sangat kecil tersebut, menurutnya tidak tepat jika Retribusi Kantin Sekolah dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya dampak signifikan terhadap penerimaan daerah.
”Kalau kita melihat datanya secara utuh, kontribusi retribusi kantin sekolah terhadap PAD sangat kecil. Karena itu, tidak bisa dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa Program MBG merugikan keuangan daerah,” kata Erwin.
Lebih lanjut, Erwin mengungkapkan bahwa data prognosis yang ditelaah Kemendagri justru menunjukkan penerimaan Retribusi Kantin Sekolah hingga akhir Tahun Anggaran 2026 diperkirakan mencapai Rp1,15 miliar atau sekitar 121,05 persen dari target yang telah ditetapkan.
”Artinya, retribusi kantin sekolah bukan hanya tidak mengalami penurunan, tetapi bahkan diproyeksikan melampaui target yang telah ditetapkan. Ini menunjukkan bahwa informasi yang berkembang sebelumnya perlu dilihat kembali berdasarkan data yang lengkap dan objektif,” ujarnya.
Sebagai pejuang pendidikan, Erwin juga menilai Program MBG memiliki manfaat yang sangat besar bagi peserta didik karena membantu pemenuhan gizi siswa sekaligus mengurangi beban pengeluaran pemerintah daerah pada sekolah-sekolah berasrama dan sekolah binaan yang sebelumnya menganggarkan biaya makan melalui APBD.
”Dari sisi pendidikan, program ini sangat positif karena mendukung kebutuhan gizi siswa. Dari sisi keuangan daerah, pemerintah juga memperoleh efisiensi anggaran sekitar Rp45 miliar per tahun yang dapat dialihkan untuk mendukung program pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan lainnya,” jelasnya.
Erwin berharap seluruh pihak dapat melihat persoalan ini secara objektif dan berbasis data agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
”Kita harus menjadikan data dan fakta sebagai dasar dalam menyampaikan informasi kepada publik. Hasil verifikasi Kemendagri sudah sangat jelas bahwa Program MBG tidak menurunkan PAD Riau dan justru memberikan manfaat bagi daerah. Karena itu, saya mendukung kesimpulan yang telah disampaikan Kemendagri tersebut,” tutup Erwin Sitompul.(rio)
Data Kemendagri Membuktikan Program MBG Tidak Menurunkan PAD Riau, Justru Menghemat APBD Rp45 Miliar






