PANIPAHAN (DUMAIPOSNEWS)-Keresahan dan kekuatiran masyarakat dengan semakin maraknya peeredaran gelap Narkoba dilingkungan masyarakat, spontan tanpa digerakan warga di Panipahan, Rokan Hilir (Rohil), Jumat (10/4/2026) melancarkan protes keras dan mengamuk dengan mendatangi kediaman terduga bandar besar Narkoba.
Tindakan massal tersebut bermula dari demo jilid dua yang digelar warga selepas Sholat Jumat di Mapolsek Panipahan. Mereka menuntut aparat kepolisian menindak para pengedar Narkoba yang sudah sangat meresahkan.
Respon tak memadai yang diterima pendemo membuat mereka marah. Bergerak bersama meninggalkan Mapolsek menuju sebuah milik terduga bandar Narkoba berinisial A di Jalan Bundaran Bakti Panipahan.
Dalam sekejap saja situasi tak terkendali. Tiba-tiba saja massa mengeluarkan barang dari dalam rumah megah berpagar biru tersebut.
Tiga sepeda motor dan sejumlah barang berharga dikeluarkan paksa dari dalam rumah yang diyakini warga sebagai pusat peredaran Narkoba di Panipahan.
Satu sepeda motor di buang ke laut. Sementara dua sepeda motor lainnya ditumpuk bersama barang-barang lainnya. Entah siapa yang menyulut, barang-barang tersebut lantas terbakar hebat.
Dari video yang diunggah akun Facebook Al As’ari Hasby, terlihat massa mengamuk dan tak terkendali.
Sejumlah aparat yang berusaha mencegah, tak mampu berbuat. Massa terus melampiaskan amarah hingga melakukan pembakaran. Aksi baru reda setelah malam tiba dan api yang membakar barang-barang milik terduga bandar Narkoba padam.
Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari aparat kepolisian. Mapolsek Panipahan, Iptu Robiansyah dan Kapolres Rohil, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni belum memberikan keterangan resmi.
Kejadian tragis ini menjadi perhatian warganet dengan memberikan komentar dukungan atas tindakan masyarakat tersebut.(rio)






