DUMAI (DUMAIPOSNEWS)— Warga RT 18 Kelurahan Bintan, Kota Dumai, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat manusia diketahui wanita Lansia yang mengapung di pinggiran Sungai Dumai, Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Diketahui korban bernama Suralit, warga Kelurahan Bumi Ayu. Usai dilakukan Visum, selanjutnya keluarga korban menjemput untuk dibawa ke rumah duka.
Kapolres Dumai AKBP Angga F Herlambang melalui Humas Iptu Riski Wahyudi yang dikonfirmasi mengakui adanya kejadian tersebut.”Kita masih mendalami apa penyebab korban hingga terjatuh dan akhirnya ditemukan menjadi mayat,”ujar Riski.
Katanya lagi, penemuan bermula saat seorang warga bernama Junaidi selesai melihat buah sawit di sekitar pinggir Sungai Dumai. Ketika membersihkan sepatu bot yang terkena lumpur, dirinya melihat benda menyerupai kaki manusia mengapung di dalam air.
Merasa ragu, saksi kemudian meninggalkan lokasi untuk mencari warga lain guna memastikan temuan tersebut.
Tak lama kemudian, Junaidi bertemu dengan Yulianto dan menceritakan apa yang dilihatnya. Keduanya sepakat melaporkan hal tersebut kepada Ketua RT setempat. Atas arahan Ketua RT, kedua saksi kembali ke lokasi untuk memastikan kebenaran temuan tersebut.
Setibanya di lokasi, kedua saksi memastikan bahwa yang mengapung di sungai tersebut adalah sesosok mayat manusia dalam posisi telungkup. Saksi kedua kemudian mengambil foto sebagai dokumentasi. Setelah itu, keduanya kembali melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT.
Mendapatkan laporan dan bukti foto dari warga, Ketua RT selanjutnya menghubungi Babinsa Kelurahan Bintan melalui telepon untuk melaporkan penemuan mayat tersebut, sekaligus meminta agar informasi tersebut diteruskan kepada pihak Bhabinkamtibmas.
” Proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas dengan menggunakan perahu karet, didampingi satu personel Polsek Dumai Kota. Saat dievakuasi, mayat ditemukan dalam posisi telungkup dan mengenakan pakaian lengkap, yakni bra, celana pendek, serta kaos berwarna gelap dalam kondisi masih utuh,”ujarnya.
Sekitar pukul 12.44 WIB, jenazah dievakuasi menggunakan mobil ambulans dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Kota Dumai untuk dilakukan pemeriksaan medis dan visum.
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan diketahui bahwa jenazah telah mengalami proses pembusukan. Pada bagian punggung dan kedua tangan terlihat jelas tanda-tanda pembusukan, bahkan jari jemari korban tidak ditemukan. Korban diketahui mengenakan baju lengan pendek bermotif hijau, celana dalam warna krem, serta celana pendek warna hitam. Kondisi gigi korban ompong pada bagian depan atas dan bawah.
Dari kondisi fisik korban, tim medis memprediksi bahwa korban merupakan seorang lanjut usia. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.(rio)






