Pembentukan Koptan Dumai Agri Prenuer, Kolaborasi Polres Dumai dan Mahasiswa Gen Z 

DUMAI (DUMAIPOSNEWS)- Pembentukan Kelompok Tani (Koptan) Dumai Agri Prenuer dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan petani milenial serta Gen Z yang dilaksanakan pada , Jum’at (13/02/2026) sekira pukul 16.30 Wib bertempat di Aula Bhayangkari Polsek Dumai Timur.

Kegiatan tersebut merupakan inisiasi Polres Dumai, Universitas Dumai dan Kadin Kota Dumai, beserta penyuluh pertanian dalam rangka mendukung program ketahanan pangan serta pengembangan agribisnis berbasis milenial dan Gen Z.

Kapolres Dumai AKBP Angga F Herlambang melalui Kapolsek Dumai Timur Kompol Aditya R Syahputra mengatakan, adapun poin-poin yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya manajemen agribisnis untuk mendukung hilirisasi produk pertanian sehingga memiliki nilai tambah ekonomi.

” Contoh hilirisasi komoditas tebu, dimana harga tebu mentah lebih kuran Rp3.000, apabila dipotong menjadi beberapa bagian dapat bernilai sekitar Rp20.000, dan apabila diolah menjadi gula dapat mencapai Rp90.000, sehingga menunjukkan besarnya potensi peningkatan nilai jual hasil pertanian,”ujarnyam

Katanya lagi, program petani milenial dan Gen Z mendapat dukungan dari Menteri Pertanian dan kegiatan ini direncanakan di Polsek Dumai Timur dan menjadi pilot project untuk dilaporkan ke Kementerian Pertanian.

Dinas Ketahanan Pangan/Dinas Pertanian selama ini aktif mengajak generasi muda untuk terjun ke sektor agribisnis, dan dalam kegiatan ini para milenial dan Gen Z secara proaktif membentuk kelompok tani.

” Jumlah anggota minimal 15 orang dan maksimal 30 orang, dan saat ini telah terpenuhi 15 orang dari mahasiswa Universitas Dumai. Dan terpenting adalah
proaktif melaksanakan kegiatan pertemuan serta pembahasan dari proses awal pertanian hingga pengelolaan limbah/sampah tebu,”katanya.

Untuk struktur kepengurusan yang telah terbentuk dari mahasiswa/i Unidum diantaranya, Ketua Muhammad Abdul Rozaq Sekretaris Elin Geopani, Bendahara Muhammad Gibran Ramadhan dan Humas Salsabila.

Selanjutnya akan dilakukan pembuatan Berita Acara dan SK yang ditandatangani oleh penyuluh pertanian dan pihak kelurahan, serta pengurusan legalitas berbadan hukum Indonesia.

” Nantinya kelompok tani akan menyusun timeline kerja serta menyiapkan 8 buku administrasi kelompok. Dalam mendukung operasional, mesin air dapat dipinjamkan dari Dinas Ketahanan Pangan/Dinas Pertanian Kota Dumai,”ujarnya.(rio)