PELALAWAN (DUMAIPOSNEWS.COM) —– Terkait sejumlah ikan mati di Sungai Kampar Desa Sering Kecamatan Pelalawan beberapa waktu mendapatkan perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Pelalawan, dimana Komisi III DPRD melakukan sidak kelapangan secara langsung, Senin (17/11).
Dalam sidak tersebut, DPRD Pelalawan mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan untuk segera mempublikasikan hasil uji laboratorium sampel air limbah secara transparan dan di publikasikan kemasyarakatan secara langsung.
Dalam sidak tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Pelalawan Saniman, bersama Wakil Ketua Junaidi Purba, Sekretaris H Zakri dan anggota komisi III Efrizon SH MKn serta didampingi Camat Pelalawan Yusman Effendi dan Kepala Desa (Kades) Sering Bambang Hidayatullah. Kunjungan dipicu oleh keluhan masyarakat mengenai insiden ikan mati ini mengindikasikan adanya dugaan kuat pencemaran lingkungan yang berasal dari pembuangan limbah milik PT RAPP.
Demikian disampaikan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pelalawan Efrizon SH MKn kepada Dumaiposnews.com, Selasa (18/11).
Dikatakannya, bahwa dirinya bersama tim lainnya datang ke Desa Sering untuk melihat dan mendengar secara langsung keluhan masyarakat terkait ikan mati, walaupun kejadian tersebut budah satu minggu lalu terjadi. Di lokasi memperlihatkan gejala yang mengkhawatirkan.
” Hasil temuan dari lapangan, karena kami datang sudah hampir satu minggu kejadian, jadi mungkin, menurut keterangan dari masyarakat disana, pembuangan limbah itu, menurut masyarakat pembuangan limbah itu ada waktunya. Jadi kondisi di lapangan, terlihat parit pembuangan limbah menunjukkan indikasi pencemaran yang parah. Dimana parit pembuangan limbah itu kalau kita tinjau ke sana, itu memang semua tercemar. Artinya, rumput pun tak bisa hidup di sungai itu,” terangnya.
Efrizon juga mengatakan, bahwa pihaknya (Komisi III,red) telah mengambil tiga sampel air untuk perbandingan, meskipun pengambilan sampel resmi harus dilakukan oleh pihak yang berwenang (DLH). Sampel ini akan menjadi pembanding nantinya, jika hasil resmi DLH dianggap tidak memenuhi ekspektasi atau tidak transparan.
” Kalau dilihat dilapangan kondisi air yang tidak normal. “Dan lumpuran itu kental, licin, macam ada apa, macam oli kayak itu. Baunya sangat menyengat, hidung kita terasa pedih saat menciumnya,”ujarnya.
Efrizon menambahkan, bahwa dengan kejadian tersebut, dirinya bersama tim mendesak supaya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan untuk transparan dengan hasil labor dari limbah tersebut. Dan dirinya menekankan pentingnya mempublikasikan hasil pengujian tersebut. Dipasang hasil lab tersebut di kantor desa itu.
” Selain itu, dengan kejadian tersebut masyarakat setempat juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada perwakilan rakyat yang hadir yakni bantuan sembako, pengadaan sumur air bersih, akses jalan yang lebih baik, prioritas tenaga kerja bagi masyarakat Desa Sering, bantuan alat untuk para nelayan. Jadi itulah tuntutan masyarakat. Kita akan mengawal terus kasus ikan mati di Sungai Kampar,”tutupnya.(naz)l






