PEKANBARU (DUMAIPOSNEWS) – Kepala Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, H Defizon SKom MSi menyampaikan berdasarkan data dari SISKOPATUH, saat ini tercatat sebanyak 1.054 jemaah umrah asal Riau sedang berada di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah.
“Dari data dari SISKOPATUH, ada 1.054 jemaah umrah asal Riau yang berangkat. Itu ada yang sudah berada di sana dan ada juga yang baru tiba. Jadi tidak semua jemaah tertahan,” jelas Defizon, Selasa (3/3/2026).
Ia mengungkapkan, terdapat 103 jemaah umrah yang dijadwalkan tiba di Pekanbaru pada Senin, namun hingga kini masih tertahan di Jeddah dan belum sampai sesuai jadwal. Pihaknya terus melakukan koordinasi guna memastikan posisi serta kepastian jadwal kepulangan para jemaah tersebut.
Menurut Defizon, keterlambatan ini tidak terlepas dari dampak meningkatnya ketegangan dan konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut berpengaruh terhadap jalur penerbangan internasional, termasuk rute penerbangan dari dan menuju Arab Saudi.
Kondisi geopolitik yang memanas tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas jemaah umrah dari berbagai negara, tidak hanya Indonesia. Maskapai harus memperhitungkan keamanan jalur lintasan, sehingga waktu tempuh menjadi lebih panjang atau terjadi penjadwalan ulang penerbangan.
Meski demikian, Defizon memastikan seluruh jemaah asal Riau dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah, kondisi jemaah aman.,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada pihak travel maupun masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah umrah agar menunda keberangkatan sementara waktu hingga situasi benar-benar aman dan kondusif.
“Kami menyarankan agar keberangkatan ditunda dulu sampai kondisi kawasan benar-benar stabil, demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” tutupnya.(rpg)






