Dari Kebun Menjadi Manfaat, Perempuan Wirani Berdaya Menjaga Ketahanan

Kelompok Wirani saat berpose didepan tanaman hiroponik

Gerakan strategis yang menekankan bahwa peran perempuan, khususnya dalam mengurus keluarga dan komunitas, merupakan pondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan, ekonomi dan kesejahteraan. Kelompok perempuan yang tumbuh secara bersama, mampu mengelola dan memproduksi potensi sumber alam sehingga hadir dengan manfaat untuk kehidupan manusia.

Laporan: BAMBANG HENDRIYANTO, Dumai

Pagi menjelang siang, sekelompok ibu-ibu rumah tangga sudah berkumpul di salah satu rumah yang berada di Jalan Sriwedari, RT 08 Kelurahan Tanjung Palas Kota Dumai. Rumah yang dikenal sebagai base camp bagi ibu-ibu Kelompok Wirausaha Wanita (Wirani) Rejosari. Pada bagian samping rumah terdapat hidroponik budi daya selada dan pokcoy berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Sebagai tugas rutin, tumbuhan yang berada di paralon terlihat mekar subur, satu persatu diamati untuk memastikan kondisi tumbuhan berkembang baik. Pompa air yang mengalirkan air ke paralon terdengar gemericik melintasi akar-akar tumbuhan yang berjejer tegak lurus.

Ada yang mengurus hidroponik, sebagian dari ibu-ibu lainnya mengurusi tumpukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jajanan yang diberi nama Jajanan Enak Lestari Inovatif Tinggi Asupan (Jelita). Jajanan ini menghadirkan berbagai olahan seperti olahan sorgum, patin dan sayuran berupa biskuit, brownies, keripik, nugget, bakso serta jus yang sangat segar.

Semua hasil kebun setelah menjalani proses di dapur, selanjutnya hasil dari pemberdayaan     digunakan untuk mendukung kesejahteraan dan kemandirian ekonomi, hingga membantu kesehatan masyarakat dengan menggandeng puskesmas yang disalurkan melalui posyandu yang tersebar di Kelurahan Tanjung Palas.

Bagi mereka menggapai mimpi bukanlah seperti membalikan telapan tangan, banyak proses, waktu dan perjuangan untuk mencapai titik dimana keberhasilan itu diraih dengan merintis melalui tekad dan niat yang tulus.

Ketua Ketua Wirani, Jummi Sulistyani menyebutkan kelompok perempuan tangguh ini berdiri mulai berganti nama Wirani yang terbentuk pada tahun 2025, yang mana sebelumnya kelomok ini bernama Sehati, mereka terdiri dari 10 orang dan 7 oran dari kader posyandu.

“ Ada tiga kegiatan nih yang kami kerjakan, ada hidroponik, kolam patin terus ada UMKM hidroponik, itu dialokasikan dan sasarannya untuk membantu dua kelompok rentan ada balita melalui pemberian makanan tambahan (PMT) di posyandu dan lansia, dan ini luar biasa membantu,”ungkapnya.

Bahkan, selain membantu peningkatan gizi balita terus mereka membantu angka menaikkan atau angka kunjungan balita ke posyandu, karena sebelum program pemberian PMT itu kunjungan posyandu biasanya dalam satu bulan hanya 15 hingga 10 orang, lalu setelah ada program ini sekarang kunjungan meningkat mencapai hingga 50 orang dan paling sedikit 30 orang.

Pencapaian yang luar biasa berkat kerjasama dan semangat kebersamaan, kelompok Wirani yang terdiri dari para ibu rumah tangga yang bisa membagi waktu antara mengurus rumah tangga dan kelompok untuk mengabdi dan menjalankan program kemanusian serta bisa menambah pundi-pundi keuangan keluarga.

“ Di posyandu ini juga kita selain ke PMT balita, juga mengalokasikan anggaran penjualan UMKM seperti pengecekan gratis lansia seperti cek kolesterol, asam urat, gula darah. Untuk saat ini udah dua posyandu yang kita berikan pengecekan gratis seperti Posyandu Rejo Sari dan Posyandu Sri Pulau,”ujar Yani, sapaan akrab Ketua Wirani  ini.

Kegiatan yang dilakukan Wirani bukan hanya terfokus pada satu bidang saja, namun mereka juga harus berpikir dalam merawat dan memasarkan tanaman hidroponik.  Untuk hidroponik ini sebenarnya berawal dari kelompok yang sebelumnya bernama Sehati (sekarang Wirani) dari kelompok Sehati diberi bantuan hidroponik pada tahun 2024.

Setelah berubah nama menjadi Wirani, kemudian tahun 2025 dengan semangat bersama dengan nama kelompok yang baru, bertekad merasa ingin dan perlu mengembangkan lagi kelompoknya dengan memutar otak agar kelompok ini mampu bangkit dan berkembang, walau tidak semudah dan segampang yang dipikirkan, karena butuh waktu dan tenaga.

“ Disini kami mencoba mengajukan proposal ke Pertamina Patra Niaga Refenery Unit Dumai untuk buat kelompok baru itulah namanya Wirani. Pengajuan kami di respon oleh  Pertamina. Dari sini, awal semangat itu semakin besar dan optimis untuk kami terus bangkit dan berkembang dengan satu tujuan, berbuat kebaikkan yang bermanfaat untuk kehidupan orang lain dan anggota,”kata wanita berkaca mata ini.

Dikisahkan, diawali dengan budidaya hidroponik diatas lahan 4 meter X 4 meter yang dikerjakan satu kelompok,  lalau tidak puas degan hidoponik lalu satu kelompok ini untuk pengembangan dan pengolahan sorgum. Kenapa  mereka ingin sekali untuk mengolah sorgum menjadi UMKM,  karena mereka ingin mengenalkan serius sorgum.

Mereka mengakui, sorgum belum banyak dikenal orang, sehingga ada kelompok yang mengolah sorgum itu kelompok alam tani tersendiri, mulai menanam di lahan hingga panen. Nah kelompok alam tani ini berada di RT 12 Tanjung Palas, ini adalah tempat dimana tanaman sorgum pertama tumbuh di Dumai.

“ Melalui kelompok alam tani dan kita coba mengolah sorgum, sebenarnya sorgum ini lebih menguntungkan, karena dia satu tanaman tanaman sorgum bisa tiga kali panen, panen pertama nanti dipotong tumbuh lagi, kedua dipotong ketiga dipotong, gitu tumbuh lagi, sebenarnya lebih menguntungkan secara berkelanjutan,”ujarnya.

Bukan hanya bermanfaat terhadap hasil panennya saja untuk diolah, akan tetapi juga tanaman sorgum dapat menjaga alam, karena sangat ampuh seperti  mencegah terjadinyaa kebakaran lahan. Ini mengingat saat ini diwilayah RT 12 begitu banyak lahan yang masih tidur, apalagi kondisi tanahnya yang gambut.

Sehingga jelas, langkah untuk terus berinovasi yang dilakukan kelompok para wanita-wanita tangguh ini benar-benar bisa bermanfaat dan bahkan bisa menjadi percontohan, dengan harapan mengenalkan sorgum supaya lebih banyak masyarakat yang beralih ke budidaya sorgum, terus inginnya sorgum dikenal karena memang  memiliki banyak manfaat.

Mereka bertekad, nanti bukan hanya ibu-ibu Wirani saja yang mengolah sorgum, tapi banyak ibu-ibu rumah tangga lainnya bisa menerima manfaat dari hasil pengolahan sorgum ini. Akhir hasil dari pada apa yang dilaksanakan dan dikerjakan, ini semua mereka ingin  menjadi kader yang mandiri, mandiri secara finansial juga bisa meningkatkan kesejahteraan ibu-ibu.

“ Kita tetap ingin berbagi juga, berbagi ke masyarakat melalui program di posyandu, jadi kita enggak harus nunggu dari pemerintah dulu, karena kan banyak efisiensi-efisiensi termasuk tahun ini efisiensi di bidang kesehatan itu luar biasa, pengurangan seperti cek-cek gratis yang biasanya 3 bulan sekali, sekarang udah dikurangin setahun cuman dua kali itu pun hanya cek gula, ya jadi kita pengen bantu program pemerintah juga mengatasi stunting, termasuk juga pengecekan kelompok lansia, karena memang lansia ini kan belum ada yang memperhatikan,”katanya.

Saat ini beberapa produk UMKM Warani yang sudah sudah tersohor dikalangan masyarakat luar diantaranya, biscuit sorgum diberikan kepada balita gizi buruk dan ibu hamil kekurangan energi kronis pada pendampingan gizi masyarakat rentan.

Selain itu juga terdapat makanan brownis sorgum, keripik sorgum. Sedangkan dari tumbuhan yang dihasilkan oleh hidroponik jus selada mangga dan jus pokcoy nenas yang. Bukan hanya itu, saat ini UMKM yang dikembangkan oleh kelomok ini memproduksi bakso patin dan nuget ikan patin yang diberikan sebagai bagian dari PMT untuk mendukung pemenuhan gizi balita dan ibu hamil.

Wirani Rejosari, merupakan kelompok binaan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, yang tumbuh  melalui semangat perempuan untuk berkarya dan berdaya. Melalui pengembangan hidroponik dan inovasi olahan pangan berbasis potensi lokal, Warani mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian dan kesejahteraan perempuan.

Mereka mengakui, semua usaha dan kerja keras yang dilakukan hingga saat ini tidak terlepas dari peran besar PT Petamina Patra Niaga Refenery Unit Dumai dalam memberi kemudahan bantuan dan pendampingan dalam menjalakan program hingga seperti ini.

Bagi mereka, semangat dan kemauan keras tidaklah cukup sampai disitu, namun adanya peran serta pihak lain.  Perusahaan BUMN yang bertetangga dengan Kelurahan Tanjung Palas memberi harapan besar kepada masyarakat yang berada di ring 1, terutama dalam mendukung perjalanan panjang Wirani Rejosari dengan memberikan bantuan diantaranya  hidroponik saat ini 708 lubang, panel surya, dapur produksi lengkap dengan isinya, seperti oven, blander, mixer, kompor, mesin produksi kolam patin dan lain-lain.

Bukan hanya itu, akan tetapi bantuannya lainnya  pengurusan izin usaha seperti NIB, P-IRT, label halal. Untuk memberikan edukasi dan pengetahuan, berbagai pelatihan seperti pelatihan budidaya hidroponik, pelatihan cake and cookies bekerjasama dengan  Disnakertrans Kota Dumai.

“Setiap kebutuhan apa yang kami perlukan selalu berkordinasi dengan Pertamina. Dan setiap apa yang kami dapat, ini yang membuat kami semangat dan selalu mempertanggungjawabkan untuk terus berkarya dan menjalanan program ini,”ungkap Yani.

Apalagi setelah mengantongi sertifikasi halal pada Agustus 2025, Kelompok UMKM Wirani Rejosari menunjukkan perkembangan signifikan dalam kualitas produksi, tata kelola usaha, hingga kepercayaan konsumen. Sertifikasi halal tersebut menjadi titik balik penting bagi UMKM ibu-ibu di Kelurahan Tanjung Palas ini untuk melangkah menuju usaha yang lebih profesional dan berdaya saing.

Sertifikat halal yang diterbitkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada 8 Agustus 2025, tidak hanya menjadi pengakuan atas kehalalan produk, tetapi juga mendorong kelompok UMKM Wirani Rejosari untuk menerapkan standar produksi pangan yang lebih baik, higienis, dan terkontrol.

Untuk mendukung pemenuhan standar tersebut, pada Oktober 2025, telah diresmikan dapur baru produksi UMKM Wirani Rejosari yang semakin dilengkapi peralatan memadai dan sesuai standar pengolahan pangan. Keberadaan dapur produksi terpusat ini semakin memperkuat implementasi prinsip halal dan keamanan pangan yang telah dijalankan pasca sertifikasi.

Produk UMKM yang bergizi yang di kelola kini sudah banyak dikenal masyarakat.

Sejumlah produk makanan dan minuman yang telah dipasarkan kini sudah dinikmati masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang membeli beberapa produk yang dijual oleh Wirani dan mendapat sambutan baik. Bahkan, diantara masyarakat misalnya, mereka menjadikan makanan yang berasal dari sorgum menjadi santapan cemilan untuk keluarga.

“Kami biasanya sering membeli biskuit yang berbahan dasar sorgum, teksturnya renyah dan rasa yang nikmat,”kata seorang ibu muda bernama Fenty yang rutin membeli UMKM dari Wirani. Dalam satu toples biscuit ini harganya hanya Rp 40 ribu, dan terdiri dari beberapa varian seperti original, coklat, matcha dan red velvet. Bukan hanya biscuit, namun masih berbahan dasar  sorgum yakni brownies.

Brownies berbahan sorgum dengan cita rasa coklat terasa lembut dan nikmat yang dilabel harga Rp 65 ribu.” Biasanya kami pesan brownies ini, kalau di rumah atau di rumah keluarga ada acara. Kue ini tentu berbeda dengan kue-kue lainnya karena terdapat beberapa toping ada kacang mette, choco chips, keju, matca dan red velvet,”ungkap wanita berkerudung ini.

Makanan lainnya adalah keripik berbahan sorgum, dengan harga satu bungkus dibandrol Rp 25 ribu, sudah puas menikmati kriuk-kriuknya kerupuk berwarna putih kekuning-kuningan itu.”Karena merasa penasaran terhadap makanan keripik dari sorgum ini, makanya kami harus mencobanya, ternyata memang renyah. Selain enak keripik ini juga dikenal dengan gizinya,”jelasnya.

Ditempat lainnya, seorang wanita tua yang kebetulan sedang memeriksa kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh Posyandu Rejosari. Datang Bersama cucunya, nenek berusia 51 tahun yang diketahui bernama Wati langsung memeriksa tensi dan kemudian dilanjutkan dengan cek darah.

Usai mendapat pelayanan baik dari petugas posyandu yang juga kelompok Wirani ini, Wati menerima makanan ringan berupa bakso patin dan nuget patin secara gratis.“ Rasanya enak, karena gak pernah seumur-umur menemukan bakso ikan patin dan nuget patin,”ujar Wati, yang duduk bersama warga lainnya di pinggiran bangunan posyandu. Untuk makanan ringan seperti bakso patin dan nuget patin biasanya dijual seporosinya harga Rp 20 ribu .

Mendorong Penguatan Kelompok Mitra Binaan

PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai terus mendorong penguatan kapasitas kelompok mitra binaannya melalui program Community Involvement & Development (CID) yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satunya adalah Kelompok Wirani Rejosari yang ada di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur yang berbatasan langsung dengan Kilang Dumai.

Apa yang dilakukan kelompok ini dalam menajalankan program selain mensejahterakan anggotanya juga peduli akan masyarakat yang berada disekitarnya. Inilah yang mebuat program tersebut sejalan dengan satu  tujuan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Community Development Officer (CDO) Corporate Social Responsibility (CSR) PPN RU Dumai, Audina Raihan menyebutkan, selama ini pihaknya melakukan monitoring seperti brainstorming atau tukar pikiran dan berdiskusi kepada ibu-ibu tentang apa keinginan baik perusahaan maupun para kelompok ini. Sehingga apa yang dilakukan bisa berjalan dengan maksimal sesuai harapan kedua belah pihak.

“Kita sepakat, karena kebetulan kita memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengentaskan kesehatan dari masyarakat rentan sekaligus sejahterakan perempuan, makanya dari dua tujuan itu kita memiliki dua kegiatan yang sama dengan perusahaan,”ungkap Audina.

Dia menjabarkan, yang pertama itu ada hidroponik yang memang 100 persen hasil panennya untuk membeli paket dan makanan dampingan, membeli cek darah tensi memang harganya lumayan mahal, alat tersebut untuk menjadi dampingan untuk lansia, termasuk paket makanan untuk gizi buruk sama ibu hamil kekurangan gizi.

Dalam menjalankan program ini, sebagai pendamping menilai para ibu-ibu sangat luar biasa dalam membagi waktu, ditengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga  mereka harus bertemu pada take holder lainnya.

“Kita sepakat untuk sama-sama menempatkan waktu, agar setiap pertemuan bisa langsung bertemu untuk kita melakukan monitoring dan pendampingan dalam memberikan edukasi dan pengetahuan secara maksimal,”ujarnya.

Sebagai pendamping, Audin Bersama tim merasa nyaman bisa menjalin kersajama yang baik. Bahkan kalau dilihat dari perjalanannya itu, Wirani Rejosari ini termasuk kategori berhasil dan sudah masuk dalam indikator itu.

“Secara umum keberhasilan itu jelas mereka yang sangat tahu, namun secara indicator kita mereka sudah memenuhi kriteria, karena sudah mampu kesejahteraan anggota dan masyarakat yang turut mendapat mafaat dari apa yang dilakukan mereka,”katanya.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum menyebutkan, pemberdayaan masyarakat terutama bagi perempuan merupakan bagian penting dari kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sosial di sekitar wilayah operasional.

“Kami ingin program pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian fasilitas. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan fasilitas tersebut, meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha dan menciptakan manfaat yang berkelanjutan,” kata Tengku Muhammad Rum, saat meninjau ke rumah Wirani.

Dukungan yang terus digulirkan bagi kelompok masyarakat binaan program CID Kilang Dumai merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional kilang melalui kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami melihat potensi Ibu-ibu Wirani Rejosari ini sangat potensial akan menjadi UMKM yang berdaya saing di Dumai. Karena itu kami terus memberikan dukungan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Selain pendampingan dan sarana prasarana, Kami juga menchallenge ibu-ibu ini agar bagaimana mereka bisa terus semangat meningkatkan kualitas mutu produk sekaligus mengahadirkan inovasi produk yang baru, dengan harapan kedepannya jangkaun pasar semakin luas,” pungkas Muhammad Rum.

Sebagai bentuk upaya penguatan kapasitas kelompok sekaligus meningkatkan peluang jejaring usaha, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai memberikan Pelatihan Cake and Cookies berbahan dasar tepung sorgum Program Sejahtera Ekonomi Rakyat melalui Makanan Bergizi Inovatif (SERAMBI).

Berkolaborasi  dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Dumai, pelatihan tersebut dilaksanakan selama dua hari pada 3-4 Oktober 2026 lalu, ini bertujuan untuk mendorong kelompok dapat mengembangkan resep-resep baru inovasi olahan sorgum yang kaya nutrisi, sehat, serta memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.

Pelatihan Kelompok Wirani untuk mengelola sorgum menjadi cake oleh Pertamina Patra Niaga Refenery Unit Dumai beberapa waktu lalu.

Bendahara Kelompok Wirani, Reski Agustia Retnowati mengakui, dengan adanya pelatihan ini mereka yakin dapat  lebih mengembangkan produk dan mendapatkan ide-ide baru yang belum diketahui sebelumnya.

“Selama ini kami sudah membuat beberapa produk, seperti cookies sorgum original, cokelat, matcha, red velvet, kemudian brownies bakar dan yang  kering. Dari situ kami ingin mengembangkan lagi, apa saja yang bisa kami buat dari olahan sorgum itu sendiri. Dengan adanya pelatihan ini, kami bisa lebih mengembangkan dan membuat produk dari tepung sorgum menjadi lebih variatif. Terutama untuk sorgum ini sendiri memiliki manfaat untuk kesehatan,” ujar Retno.

Ia menyebutkan bahwa, dari pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut memang masih fokus pada pembuatan cake and cookies saja. Disamping itu juga terdapat satu produk yang menggunakan pakcoy, tetapi tetap dibuat dalam bentuk yang bisa dikategorikan sebagai cake atau cookies, seperti kue pie. Retno juga mengapresiasi atas pelatihan yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk terus belajar dan mengembangkan bahan sorgum itu sendiri,” kata Retno.

Sejak  Kelompok Wirani memulai bisnisnya pada 2025, lebih dari 1000 produk berhasil terjual. Terakhir, mereka ikut melenggang bersama UMKM mitra binaan Pertamina lainnya di Pertamina Expo Pekanbaru yang berlansung pada 25-27 September 2026 lalu di Living Mall Pekanbaru.

Sangat Membantu, Bisa Menjadi Percontohan

Apa yang dilakukan wanita-wanita mandiri yang tergabung di Wirani Rejosari mendapat respon dari Perangkat Pemerintah Kelurahan Tanjung Palas. Karena terobosan dan program yang dilakukan bukan sekedar pekerja mudah, karena mereka menilai ini butuh waktu dan kerjasama beberapa orang agar kegiatan berjalan sinergi.

Apa yang dilakukan Wirani sebuah terobosan dalam membantu pihak kelurahan dalam program  kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Dan berharap keberhasilan ini, bisa menjadi percontohan terhadap posyandu lainnya yang ada di Tanjung Palas.

Lurah Tanjung Palas, Herfina Herman mengaku, sangat terkesan melihat perkembangan inovasi kelompok tersebut, karena ini merupakan bentuk sinergi penting untuk meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi warga dan kelompok.

 “ Kalau melihat dari semangat kerjasama semua ibu-ibu yang terlibat di kelompok ini  perkembangannya luar biasa. Apalagi mereka rata-rata kader posyandu kemudian menggerakan UMKM dengan memiliki hidpronik, dan bahkan yang terbaru punya kolam patin,” ujar Herfina.

Dia berharap, apa yang dilakukan Wirani Rejosari bisa menjadi inspirasi terhadap posyandu lainnya yang ada di Kelurahan Tanjung Palas. Karena apa yang sudah diperbuat untuk daerah ini, sangat membantu Pemko Dumai atas keterbatasan anggaran saat ini.

Untuk itu, sebagai Lurah dirinya sangat bersyukur dengan adanya peran besar PT Pertamina Patra Niaga Refenery Unit Dumai dalam membantu kelompok Wirani Rejosari mulai dari peralatan, perizinan hingga dengan pendampingan.

Dengan demikian, keterlibatan perempuan di Kelurahan Tanjung Palas menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan kelompok dalam membantu masyarakat melalui program binaan PT Pertamina Patra Niaga Refenery Unit Dumai.

Pemeriksaan kesehatan gratis oleh Posyandu Rejosari 

Bukan hanya Lurah, pandangan lain datangnya dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Tanjung Palas. Sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat, dirinya merasa bangga apa yang telah dilakukan kelompok para ibu-ibu ini.

Tidak tanggung-tanggung jawab, terobosan dan inovasi positif sudah bisa dinikmati oleh kelompok maupun masyarakat. “ Bayangkan saja, selain untuk keuntungan kelompok, mereka masih mau berpikir bagi kesehatan masyarakat. Kita melihat mereka adalah perempuan-perempuan yang aktif dan komitmen mampu mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat untuk masyarakat,”Kata Ketua LPMK Tanjung Palas, Bambang Rio.

Semangat ini menunjukkan, bahwa perempuan juga bisa dan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan ditempat tinggal mereka. Untuk itu,  sinergi antara masyarakat, pemerintah dan Pertamina yang sudah terjalin baik tentunya menjadi bagian penting dalam perkembangan kelompok semakin luas.

“Selagi itu berdampak positif bagi masyarakat, maka itu harus didukung, Wieani teruslah berkarya,”ujar Rio, sapaan akrab Ketua LPMK, dirinya mengaku sudah pernah mencicipi jus pokcoy nenas. Perpaduan pokjoy dan nenas segar yang dipadukan dengan air kelapa, menghasilkan minuman yang ringan dan menyegarkan.

“Saya pernah mencoba jus pokcoy nenas dan jus selada mangga, rasanya luar biasa segar di badan. Terus terang baru kali ini saya merasakan dua sayuran, dijadikan jus yang dipadukan dengan buah-buahan yang tentunya sangat bermanfaat bagi kesehatan badan,”katanya.

Ditempat terpisah, dukungan penuh dari Ketua RT sebagai garda terdepan masyarakat sangat penting agar program pembinaan dari perusahaan berjalan tepat sasaran, legal, dan menjaga keharmonisan lingkungan sekitar.

Ketua RT 08 Gino menyebutkan, selalu memberikan dukungan penuh dengan yang dilakukan kelompok Wirani Rejosari. Apalagi, dalam menjalankan kelompok ini semua warga bisa dilibatkan, sehingga pencapaian program dapat terealisasi dengan baik hingga ke masyarakat.

“Sebagai Ketua RT, saya sangat salut dengan semangat para ibu-ibu yang bisa membagi waktu antara dirumah dan kelompok. Saya berharap apa yang sudah dibangun oleh kelompok ini dapat terus dikembangkan dan manfaatnya semakin luas,” ujar Gino.

Apalagi kerja nyata kelompok Wirani ini, terbukti efektif dalam meningkatkan perekonomian warga lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lingkungan rukun tetangga. Bantuan modal, alat produksi, atau pelatihan dari perusahaan sangat membantu warga yang berminat usaha untuk memulai atau mengembangkan usahanya.

Diakhir pembicaraanya, Gino berharap agar kelompok ini tetap komitmen dalam menjalankan program yang sudah berjalan dengan baik. Teruslah berbuat kebaikan untuk orang lain dengan memberikan manfaat kepada sesama manusia dan makhluk hidup lain yang membawa dampak positif bagi diri sendiri maupun lingkungan.(***)

Editor : Rio